Kamis, 05 Maret 2015

yasinan

pengertian yasinan adalah bentuk ibadah yaitu
membaca surat yasin secara berjama'ah
dan pahalanya dihadiahkan kpd orang yg
tlah mati, 2.kenapa surat yasin kok tidak yg
laenya, ~diriwayatkan dr ma'qil bin yasar
(ra)bahwa rosululloh saw bersabda
"surat yasin adalah intisari dr al
Qur'an,tidakkah seseorang membacanya
dg mengharapkan rahmat dr alloh swt
kecuali alloh swt akan mengampuni dosa2nya,maka bacalah
surat yasin atas orang2 yg tlh
meninggal," (musnad ahmad bin hanbal n0 19415) ~sesungguhnya segala sesuatu memiliki
jantung dan jantung alquran adalah
yasin.barang siapa membaca yasin
maka atas bacaannya tersebut alloh
memberikan (pahala)seperti pahala
membaca alQur an sepuluh kali (hr tirmidzi) ~barang siapa membaca yasin dimalam
hari,maka ia akan berpagi pagi dlm
keadaan terampuni dosanya (hr daruquthni) ~aku sangat berharap yasin berada dlm
hati setiap umat ku (hr bazzar)
tambahan:hadis ini seolah2 ada perintah
nabi ingin umatnya menhafal surat yasin pendapat ibnu katsir tentang yasin sebagian ulama berkata"salah satu
keistimewaan surat yasin adalah jika
dibaca ketika menghadapi masalah yg
sulit,maka alloh taala akan memberikan
kemudahan dan tampaknya pembacaan
yasin di hadapan jenazah adalah untk mendatangkan rahmat dan keberkahan
serta memudahkan keluar ruh
(tafsir ibnu katsir jus 3 darul ihyaits
tsuratsil arabiy jus VI Hal 499) 3.yasinan(membaca yasin secara
berjama'ah) dr abi hurairah ra bahwasanya nabi saw
bersabda
"tidak berkumpul suatu kaum didlm
salah satu rumah alloh swt sambil
membaca alQur'ah bersama2 kecuali
alloh swt akan menurunkan kpd mereka ketenangan hati,meliputi mereka dg
rahmat,dikelilingi para malaekat dan
alloh swt memujinya dihadapan makhluk
yg ada disisinya
(sunah ibnu majah 221) 4.menghadiahkan pahala kpd orang mati A. dasar 2 dr alQur'an tersurat ajaran alloh dlm Qs ibrahim 41 ya tuhan kami beri ampun aku,kedua ibu
bapakku dan sekalian orang2 mu'min pd
hari terjadinya hisab(hari kiamat) B. dasar2 dr hadist dr utsman bin affan ra,ia berkata"jika
nabi muhammad saw selesai
menguburkan jenazan beliau berdiri
didekat kubur dan bersabda hendaknya
u sekalian memintakan ampun bg
saudaramu yg meningal ini dan mem0honkan ketetapan iman krna saat
ini dia sedang ditanya sma malaekat
(sunah abi dawud n0 2804) C.Dasar dr pendapat para ulama 1.
dalam kitab syarah al kanz disebutkan
bahwa seseorang boleh menghadiahkan
pahala perbuatan baek yg ia kerjakan
kpd orang laen,baek berupa
shalat,puasa,haji,shodagoh,bacaan al qur'an atw semua bentuk perbuatan
baek lainya dan pahala perbuatan
tersebut smpai kpd mayid dan memberi
manfaat kpd mayid tersebut menurut
kesepakatan ulama ahlu sunnah,
(nail al-authar juz 4 hal 142) 2
ibnu taymiyah berkata
barang siapa berkeyakinan bahwa
manusia tdk dpt memperoleh manfaat
kecuali dr amalan sendiri maka ia tlah
menentang ijma dan hal itu batal kerena beberapa hujjah sbgai berikut
"manusia dpt memperoleh manfaat do'a
orang laen dan ini berarti memperoleh
manfaat dr amalan orang laen 3.
ibnu rusyd
kalow ada orang yg membaca alQur'an
dan menghadiahkan pahala untk orang
yg tlh mati hukumnya boleh, dan mayid
akan memperoleh pahala bacaan tersebut
(is'af al-muslimin wal muslimat 85) jadi sangat jelas bahwa membaca yasin
atw mengirim pahalanya untk orang
mati itu bisa bermanfaat untk si mayid
dan bukanlah perkara baru dlm agama
meski penempatanya tidak sama persis yg setuju m0ngo
yg tidak juga tdk masalah,
semua orang muslim adalah saudara,
sem0ga bermanfaat



peta

Peta adalah gambaran keadaan permukaan bumi yang ditampilkna pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Gambaran permukaan bumi yang dipetakan dapat meliputi wilayah yang luas atau hanya mencakup wilayah yang sempit. Contoh peta yang menggambarkan wilayah yang luas adalah Peta Dunia, Peta Benua, Peta Indonesia, Peta Sumatera, Peta Jawa, dan sebagainya. Sedangkan contoh peta yang menggambarkan bagian permukaan bumi yang lebih sempit adalah peta kota, peta kecamatan, peta kelurahan/desa, bahkan hanya dapat berupa peta lingkungan sekolah saja.

Ilustrasi peta

Peta pertama kali dibuat oleh bangsa Babilonia sekitar 2300 tahun Sebelum Masehi. Peta ini terbuat dari lempengan tanah liat yang awalnya diperuntukkan untuk kepentingan pajak tanah.

Untuk menggambarkan peta secara benar perlu digunakan skala. Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sebenarnya di permukaan bumi. Skala dapat berupa angka, garis, atau kedua-duanya. Skala yang berupa angka dinamakan skala numerik. Sedangkan skala yang berupa grafik dinamakan skala grafis.

Skala

Skala peta dapat dikelompokkan sebagai berikut.
  1. Peta skala kadaster, yaitu peta dengan skala antara 1 : 100 sampai 1 : 5.000.
  2. Peta skala besar, yaitu peta dengan skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000.
  3. Peta skala sedang, yaitu peta dengan skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.
  4. Peta skala kecil, yaitu peta dengan skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.
  5. Peta skala geografi, yaitu peta dengan skala besar dari 1 : 1.000.000. peta skala geografi sering dinamakan dengan peta skala tinjau.


Fungsi Peta

Peta tidak hanya diperlukan dalam bidang geografi, tetapi juga dibutuhkan di bidang-bidang lain. Segala kegiatan yang terkait dengan lokasi atau keruangan membutuhkan peta. Petugas Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah tidak dapat membuat jalan tanpa ada petanya terlebih dahulu. Perusahaan-perusahaan perkebunan besar yang akan membuka lokasi perkebunan harus melihat peta sebelum memulai pekerjaan. Pelayar-pelayar yang mengarungi laut luas akan tersesat tanpa peta.

Secara umum, fungsi peta dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Penunjuk jalan bagi orang-orang yang bepergian ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjunginya.
  2. Menunjukkan letak satu tempat di permukaan bumi dalam hubungannya dengan tempat lain (letak relatif).
  3. Memperlihatkan ukuran, karena dari peta dapat diukur jarak, luas, ataupun arah sebenarnya di permukaan bumi.
  4. Memperlihatkan bentuk seperti bentuk pulau, negara, benua, pola aliran sungai dan sebagainya.
  5. Membantu para peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
  6. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan, dan lain-lain.


Komponen-komponen Peta

  • Judul peta

Judul peta biasanya diletakkan di bagian atas peta. Judul mencerminkan isi dan tipe peta.

  • Tahun dan sumber pembuatan peta

Tahun atau sumber pembuatan peta dapat diletakkan di bagian bawah kolom legenda atau sudut kiri bawah, di luar garis tepi peta.

  • Penunjuk arah

Penunjuk arah disebut juga mata angin. Umumnya menggunakan penunjuk arah utara. Penunjuk diletakkan di tempat yang kosong di bagian pinggir peta agar tidak mengganggu peta induknya.

  • Skala

Skala peta dapat dituliskan di bawah legenda, di luar garis pinggir peta, atau di bawah judul peta.

  • Legenda

Legenda berisi keterangan-keterangan tentang simbol-simbol yang digunakan pada peta. Simbol adalah gambar yang digunakan untuk mewakili objek yang dipetakan. Tujuannya adalah untuk memudahkan pemakai peta dalam memahaminya.

  • Garis Astronomi

Garis astronomi terdiri dari garis lintang dan garis bujur. Gunanya untuk menentukan letak astronomis satu tempat (letak lintang dan bujur). Pada pinggir peta ditulis angka derajat yang menunjukkan derajat garis lintang atau garis bujur. Garis astronomis dipakai dalam peta-peta yang skalanya kecil sampai sedang.

  • Garis tepi

Garis tepi biasanya dibuat dua buah dengan ketentuan garis luar lebih tebal dari garis dalam.

  • Inset


Inset adalah gambar peta yang menunjukkan letak atau posisi satu daerah terhadap daerah sekitarnya yang lebih luas. Misalnya, posisi Indonesia di Benua Asia. Petanya dibuat di luar peta utama tetapi masih berada dalam garis tepi peta utama.


sumber :http://softilmu.blogspot.com/2014/08/peta.html

Jenis-Jenis Tanah Longsor

Jenis-Jenis Tanah Longsor

Ada enam jenis tabanyak memakan korban jiwa manusia adalah aliran bahan rombakan.
1.Longsoran Translasilongsor translasiLongsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelom-bang landai.
2.Longsoran Rotasilongsor rotasiLongsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.
3.Pergerakan Bloklongsor blokPergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu.
4.Runtuhan Baturuntuhan batuRuntuhan batu terjadi ketika sejumlah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal hingga menggantung, terutama di daerah pantai. Batu-batu besar yang jatuh dapat menyebabkan kerusakan yang parah.
5.Rayapan Tanahrayapan tanahRayapan tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali. Setelah waktu yang cukup lama, longsor jenis rayapan ini bisa menyebab-kan tiang-tiang telepon, pohon, atau rumah miring ke bawah.
6.Aliran Bahan Rombakanaliran bahan rombakanJenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, dan jenis materialnya. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa sampai ribuan meter, seperti di daerah aliran sungai di sekitar gunungapi. Aliran tanah ini dapat menelan korban cukup banyak.


Artikel ini bersumber dari: 
http://www.ibnurusydy.com/geo-bencana/longsor/

banjir

 Pengertian Banjir
Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air, peristiwa banjir timbul jika air menggenangi daratan yang biasanya kering, banjir pada umumnya disebabkan oleh air air sungai yang meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah hujan yang tinggi, kekuatan banjir mampu merusak rumah dan menyapu fondasinya. Air banjir juga membawa lumpur berbau yang dapat menutup segalanya setelah air surut. Banjir adalah hal yang rutin, setiap tahun pasti dating banjir, sebenarnya merupakan fenomena kejadian alam “biasa” yang sering terjadi dan dihadapi hampir diseluruh Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Banjir sudah termasuk dalam urutan bencana besar, karena meminta korban besar. Erosi banjir:
Ø Banjir biasanya terjadi saat hujan deras yang turun terus menerus sepanjang hari.
Ø Air menggenangi tempat-tempat tertentu dengan ketinggian tertentu.
Ø Banjir mengikis permukaan tanah sehingga terjadi endapan tanah di tempat-tempat yang rendah.
Ø Banjir dapat mendangkalkan sungai, kolam, atau danau.
Ø Sesudah banjir, lingkungan menjadi kotor oleh endapan tanah dan sampah.
Ø Banjir dapat menyebabkan korban jiwa, luka berat, luka ringan, atau hilangnya orang.
Ø Banjir dapat menyebabkan kerugian yg besar baik secara moril maupun materiil.
Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungai, banjir danau, danbanjir laut pasang.
Ø Banjir Sungai: Terjadi karena air sungai meluap.
Ø Banjir Danau: Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol.
Ø Banjir Laut pasang: Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi.
2. Penyebab Terjadinya Banjir Akibat Alam Dan Ulah Manusia
Bencana alam banjir di Indonesia kerap sekali terjadi bencana alam. Salah satunya adalah bencana banjir yang sering terjadi. Lihat saja banjir bandang yang banyak terjadi karena sungai tiba-tiba meluap atau contohlah di jakarta yang kebanyakan banjir terjadi karena ulah manusia sendiri. Penyebab banjir sendiri bisa terjadi karena berbagai hal baik alam maupun manusia. Dan berikut adalah hal-hal yang menyebabkan banjir di seluruh dunia termasuk Indonesia :
ü Peristiwa alam seperti Curah hujan dalam jangka waktu yang lama.
ü Terjadinya erosi tanah hingga hanya menyisakan batuan, dan tidak ada resapan air. bahkan bukan hanya banjir tapi juga tanah longsor
ü Buruknya penanganan sampah, hingga kemudian sumber saluran air tersumbat.
ü Bendungan dan saluran air rusak. Seperti yang terjadi pada bencana di situ gintung
ü Penebangan hutan secara liar dan tidak terkendali.
ü Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang. Sehingga memudahkan terjadi bencana banjir
ü Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal, hingga tidak menyerap air.
ü Pembuatan tanggul yang kurang baik,
ü Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.
Pembangunan tempat permukiman dimana tanah kosong diubah menjadi jalan gedung, tempat parkir, hingga daya serap air hujan tidak ada. Contohlah kota-kota besar semacam jakarta yang sering terjadi bencana banjir. Bencana banjir sebenarnya dapat kita hindari, yaitu dengan menghindari hal-hal diatas. Sehingga tidak akan terjadi peristiwa seperti situ gintung ataupun banjir bandang yang sering terjadi di indonesia. seperti sebuah kata bijak “Manusia adalah bagian dari alam, jika kita menyakiti alam maka kita juga akan menyakiti manusia”.

TIPE GUNUNG API

TIPE GUNUNG API

a.Berdasarkan Bentuknya

1.Gunung Api Perisai




Berbentuk kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah.Daerah persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan. Frekuensi letusan umumnya sedang dan pelan dengan jumlah cairan lava cair yang banyak.

2.Gunung Api Kubah





Gunung ini berbentuk kerucut cembung (konvek) dengan lereng curam.Aliran lava yang kental dari saluran pusat mengakibatkan aliran lava lambat dan membentuk lapisan yang tebal. Proses pendinginan dan pembekuan lava cepat. Banyak lava yang membeku di saluran, akibatnya saluran menjadi tertutup.Letusan yang sangat keras dapat terjadi akibat tekanan dari dalam Bumi yang tersumbat. Seluruh bagian puncak gunung api pun dapat hancur dan lenyap seketika.

3.Gunung Api Strato




Gunung ini mempunyai bentuk kerucut berlereng curam dan luas yang terdiri atas banyak lapisan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang-ulang.Lava dapat mengalir melalui sisi kerucut.Sifat letusan keras.

4.Gunung Api Lava Pijar dan Abu
Bentuk kerucut simetris dengan lereng cekung (konkaf) yang landai. Bahan atau emisi berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur menyengat. Sifat letusan sedang.Contoh : Gunung Paracutin di Mexico.

sumber :http://softilmu.blogspot.com/2013/12/pengertian-vulkanisme-gunung-api.html

vulkanisme

Pengertian Vulkanisme dan tipe gunung api merupakan pokok pembahasan utama dalam postingan kali ini. Tetntunya sahabat sering mendengar kata vulkanisme sewaktu mengikuti mata pelajaran geografi, juga saat menyimak pembahasan tentang vulkanisme ini banyak mendengar kata2 magma, ada ekstrusi magma, intrusi magma, dll. Nah sebenarny apa hubungan magma dengan vulkanisme ini? Langsung saja disimak ya

A.PENGERTIAN VULKANISME(GUNUNG API)

Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava.Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya.

Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.

a.Intrusi Magma



Intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batuan, tetapi tidak mencapai permukaan Bumi. Intrusi magma dapat dibedakan atas sebagai berikut :
Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup di antara dua lapisan batuan, mendatar, dan paralel dengan lapisan batuan tersebut.

  • Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan Bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.
  • Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela lipatan (korok).
  • Diatermis, yaitu lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan gunung berapi. Bentuknya seperti silinder memanjang.

Secara rinci, adanya intrusi magma (atau disebut plutonisme) menghasilkan bermacam-macam bentuk, yaitu:

b.Ekstrusi Magma
          Ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi dan membentuk gunung api. Hal ini terjadi apabila tekanan gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit Bumi sehingga menghasilkan letusan yang sangat dahsyat. Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi juga bisa terjadi di lautan.Oleh karena itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan. Secara umum ekstrusi magma dibagi dalam tiga macam, yaitu:

1. Ekstrusi linear


terjadi jika magma keluar lewat celah-celah retakan atau patahan memanjang sehingga membentuk deretan gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Islandia, dan deretan gunung  api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

2. Ekstrusi areal



terjadi apabila letak magma dekat dengan permukaan bumi, sehingga magma keluar meleleh di beberapa tempat pada suatu areal tertentu. Misalnya Yellow Stone National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km2.

3. Ekstrusi sentral




terjadi magma keluar melalui sebuah lubang (saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan lain-lain.


sumber :http://softilmu.blogspot.com/2013/12/pengertian-vulkanisme-gunung-api.html

tektonisme

TEKTONISME
Tektonisme adalah proses yang terjadi akibat pergerakan, pengangkatan, lipatan dan patahan pada struktur tanah di suatu daerah. Yang di maksud lipatan adalah bentuk muka bumi hasil gerakan tekanan secara horizontal yang menyebabkan lapisan permukaan bumi menjadi berkerut dan melipat. Patahan adalah permukaan bumi hasil dari gerakan tekanan horizontal dan tekanan vertikal yang menyebabkan lapisan bumi menjadi retak dan patah. Ada dua jenis tektonisme, yaitu Epirogenesa dan Orogenesa. Epirogenesa adalah proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga lambat dari dalam bumi dengan arah vertikal, baik ke atas maupun ke bawah melewati daerah luas. Ada dua Epirogenesa:
1 Epirogenesa positif, yaitu gerakan yang mengakibatkan turunnya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat naik
2 Epirogenesa negatif, yaitu gerakan yang mengakibatkan naiknya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat turun.
Orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Tektonik Orogenesa biasanya disertai proses pelengkungan (Warping, lipatan (Folding, patahan (Faulting) dan retakan (Jointing). Serta salah satu contoh hasil Orogenesa adalah deretan Pegunungan Mediterania.
Mengenali Tektonisme dan Dampaknya
Salah satu pembentuk raut muka Bumi adalah aktivitas tektonisme yang terjadi karena adanya tenaga dari dalam Bumi. Tektonisme akan mengubah bentuk muka Bumi menjadi naik atau turun. Adanya patahan, lipatan, dan retakan pada kulit Bumi menjadi bukti adanya gerakan tektonisme. Pegunungan merupakan salah satu bentang alam yang dibentuk oleh aktivitas ini. Pegunungan merupakan rangkaian gunung yang terbentuk akibat kerak Bumi (litosfer) mengalami pelipatan atau patahan. Contoh pegunungan di Indonesia yaitu: Pegunungan Bukit Barisan (Sumatra), Pegunungan Seribu (Jawa), dan Pegunungan Verbeek (Sulawesi). Lipatan dan patahan merupakan gerak orogenesa yang termasuk dalam jenis proses diastropisme. Masih ingat bukan, apa yang dimaksud proses diastropisme? Gerakan diastropisme menyebabkan kerak Bumi retak, terlipat, bahkan patah. Gerakan ini dibedakan menjadi dua, yaitu gerak epirogenetik dan orogenetik.
a. Gerak Epirogenetik
Gerakan ini akan mengubah bentuk muka Bumi dalam waktu yang sangat lambat hingga membutuhkan waktu lama. Efek gerakan ini meliputi wilayah yang sangat luas. Gerakan ini masih dibedakan lagi menjadi gerak epirogenetik positif dan epirogenetik negatif. Fenomena epirogenetik positif pernah terjadi di Kepulauan Maluku dan Banda. Sedangkan fenomena epirogenetik negatif pernah terjadi di Pulau Buton dan Timor.
b. Gerak Orogenetik
Berkebalikan dengan gerak epirogenetik, gerak orogenetik berlangsung singkat dan meliputi wilayah yang sempit. Gerak ini berpengaruh besar terhadap terbentuknya pegunungan, patahan, retakan, dan lipatan.
1) Lipatan
Terjadinya lipatan disebabkan oleh gerakan dari dalam Bumi akibat tekanan yang besar dan temperatur yang tinggi, sehingga menjadikan sifat batuan menjadi cair liat atau plastis. Keplastisannya ini membuat batuan tersebut akan terlipat apabila ada dorongan tenaga tektonik. Lipatan lapisan Bumi ini akan membentuk pegunungan, yang punggungnya disebut antiklinal dan wilayah lembahnya disebut sinklinal. Perbedaan tingkat keplastisan dan kekuatan tenaga tektonik menjadikan batuan terlipat dengan berbagai bentuk.