Senin, 09 Maret 2015

daya listrik

Pengertian Daya Listrik dan Rumus untuk Menghitungnya – Daya Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical Power adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian. Sumber Energi seperti Tegangan listrik akan menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya akan menyerap daya listrik tersebut. Dengan kata lain, Daya listrik adalah tingkat konsumsi energi dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik. Kita mengambil contoh Lampu Pijar dan Heater (Pemanas), Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya sedangkan Heater mengubah serapan daya listrik tersebut menjadi panas. Semakin tinggi nilai Watt-nya semakin tinggi pula daya listrik yang dikonsumsinya.
Sedangkan berdasarkan konsep usaha, yang dimaksud dengan daya listrik adalah besarnya usaha dalam memindahkan muatan per satuan waktu atau lebih singkatnya adalah Jumlah Energi Listrik yang digunakan tiap detik. Berdasarkan definisi tersebut, perumusan daya listrik adalah seperti dibawah ini :
P = E / t
Dimana :
P = Daya Listrik
E = Energi dengan satuan Joule
t = waktu dengan satuan detik
Dalam rumus perhitungan, Daya Listrik biasanya dilambangkan dengan huruf “P” yang merupakan singkatan dari Power. Sedangkan Satuan Internasional (SI) Daya Listrik adalah Watt yang disingkat dengan W. Watt adalah sama dengan satu joule per detik (Watt = Joule / detik)
Satuan turunan Watt yang sering dijumpai diantaranya adalah seperti dibawah ini :
1 miliWatt  = 0,001 Watt
1 kiloWatt = 1.000 Watt
1 MegaWatt = 1.000.000 Watt

Rumus Daya Listrik

Rumus umum yang digunakan untuk menghitung Daya Listrik dalam sebuah Rangkaian Listrik adalah sebagai berikut  :
P = V x I
Atau
P = I2R
P = V2/R
Dimana :
P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W)
V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V)
I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A)
R = Hambatan dengan satuan Ohm (Ω)

Contoh-contoh Kasus Perhitungan Daya Listrik

Contoh Kasus I :

Sebuah Televisi LCD memerlukan Tegangan 220V dan Arus Listrik sebesar 1,2A untuk mengaktifkannya. Berapakah Daya Listrik yang dikonsumsinya ?
Penyelesaiannya
Diketahui :
V = 220V
I = 1,2A
P = ?
Jawaban :
P = V x I
P = 220V x 1,2A
P = 264 Watt
Jadi Televisi LCD tersebut akan mengkonsumsi daya listrik sebesar 264 Watt.

Contoh Kasus II :

Seperti yang terlihat pada rangkaian dibawah ini hitunglah Daya Listrik yang dikonsumsi oleh Lampu Pijar tersebut. Yang diketahui dalam rangkain dibawah ini hanya Tegangan dan Hambatan.Rumus dan cara menghitung daya listrik
Penyelesaiannya 
Diketahui :
V = 24V
R = 3Ω
P = ?
Jawaban :
P = V2/R
P = 242 / 3
P = 576 / 3
P = 192W
Jadi daya listrik yang dikonsumsi adalah 192W.

Persamaan Rumus Daya Listrik

Dalam contoh kasus II, variabel yang diketahui hanya Tegangan (V) dan Hambatan (R), jadi kita tidak dapat menggunakan Rumus dasar daya listrik yaitu P=VI, namun kita dapat menggunakan persamaan berdasarkan konsep Hukum Ohm untuk mempermudah perhitungannya.
Hukum Ohm :
V = I x R
Jadi, jika yang diketahui hanya Arus Listrik (I) dan Hambatan (R) saja.
P = V x I
P = (I x R) x I
P = I2R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik
Sedangkan penjabaran rumus jika diketahui hanya Tegangan (V) dan Hambatan (R) saja.
P = V x I
P = V x (V / R)
P = V2 / R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik

sumber :http://teknikelektronika.com/pengertian-daya-listrik-rumus-cara-menghitung/

Kamis, 05 Maret 2015

bahaya merokok

Rokok dan Kematian

Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh seperti hingga setengah penggunannya. Survey Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007 menyebutkan setiap jam sekitar 46 orang meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan merokok di Indonesia.
Kebiasaan merokok sedikitnya menyebabkan 30 jenis penyakit pada manusia.  Penyakit yang timbul akan tergantung dari kadar zat berbahaya yang terkandung, kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok. Semakin muda seseorang mulai merokok, makin besar risiko orang tersebut mendapat penyakit  saat tua.

Mengapa Rokok Berbahaya?

Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik. Atau juga kanker lain, seperti kanker nasofarings, mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini, osteoporosis, kemandulan, dan impotensi.
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.  Asap rokok mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, ammonia, oksidan sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain. Partikel ini akan mengendap di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh. Endapan asap rokok juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa bertahan sampai lebih dari 3 tahun, dengan tetap berbahaya.

Bahaya Perokok Pasif

Perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif. Dokter Budhi Antariksa, Spesialis Paru dari Rumah Sakit Royal Taruma mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekitarnya.
Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan. “Namun karena perokok aktif sekaligus menjadi perokok pasif maka dengan sendirinya risiko perokok aktif jauh lebih besar daripada perokok pasif,”  ujar dr.Budhi Antariksa.
Selain itu, berbagai hasil penelitian juga menyimpulkan  perokok wanita berisiko 25 persen lebih tinggi daripada perokok pria. Perokok wanita memiliki risiko ganda terhadap penyakit jantung dan kanker paru-paru bila dibandingkan dengan perokok pria. Penyebabnya karena wanita memiliki berat badan dan saluran darah yang lebih kecil dari pria.
Bahaya merokok pada wanita antara lain: Merusak kulit, mengganggu sistem reproduksi, menganggu siklus menstruasi termasuk timbulnya rasa nyeri, menurunkan kesuburan, meningkatkan risiko terkena kanker payudara, rahim, dan kanker paru-paru, menganggu  pertumbuhan janin dalam rahim, menganggu kelancaran ASI, keguguran, hingga kematian janin.

Kiat Berhenti Merokok

  1. Niatlah sungguh-sungguh bahwa Anda berhenti merokok
  2. Umumkan pada orang-orang di sekitar bahwa Anda akan berhenti merokok dan mintalahdukungan mereka.
  3. Jauhilah lingkungan para perokok.
  4. Carilah aktivitas yang berguna bagi tubuh
  5. Bawalah selalu permen kemanpun Anda pergi.
Rokok merupakan penyebab kesakitan dan kematian yang dapat dicegah. Sebelum terlambat, berhentilah merokok demi diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

bahaya makanan ringan

Bahaya Mengkonsumsi Makanan Ringan Bagi Kesehatan


1. Monosodium glutamat (MSG)

Monosodium glutamat (MSG) atau yang lebih sering dikenal vetsin berguna untuk memberikan rasa gurih pada makanan. Bila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan:
  • Dapat mengakibatkan penyakit Asma
  • Mengalami sakit kepala
  • Menurunkan daya ingat
  • Kesulitan untuk tidur
  • Merasa ketagihan
  • Dan kemungkinan terburuk adalah menyebabkan penyakit kanker
Sebenarnya kita boleh-boleh saja menggunakan bahan tersebut, namun harus sesuai takaran.

2. Aspartam

Aspartam bisa ditemukan hampir di setiap kemasan makanan ringan. Bahan yang satu ini merupakan bahan kimia beracun yang diproduksi oleh perusahaan Monsanto. Aspartam telah banyak beredar di dunia tanpa terkecuali Indonesia yang biasa digunakan untuk bahan pengganti gula. Bahaya yang dapat timbul akibat pengkonsumsian yang terlalu berlebihan:
  • Memicunya penyakit limfoma
  • Resiko besar untuk terkena leukimia
  • Dapat menyebabkan kanker
3. Pewarna makanan

Pewarna makanan merupakan salah satu bahan yang harus selalu ada di setiap makanan ringan. Mengapa begitu? Ya... karena dengan bahan tersebut dapat menarik anak-anak maupun orang yang melihatnya. Namun di balik itu terdapat efek buruk yang dapat mengancam kesehatan seperti:
  • Mengganggu fungsi hati
  • Menimbulan iritasi pada kulit
  • Termasuk kedalam kasinogenik sehingga dapat memicu terjadinya penyakit kanker
4. Natrium Benzoat dan Kalium Benzoat

Kedua bahan di atas berfungsi untuk mengawetkan makanan. Bahaya dari Natrium Benzoat dan Kalium Benzoat dapat menyebabkan:
  • Kerusakan tiroid
  • Memicu terjadinya kanker
  • sumber : http://hidup-sehatblog.blogspot.com/2014/08/bahaya-mengkonsumsi-makanan-ringan-bagi-kesehatan.html

manfaat olahraga

Tahukah anda manfaat dari berolahraga? Olahraga merupakan aktivitas atau kegiatan berguna bagi tubuh, dengan berolahraga tubuh kita akan merasa sehat dan bugar setiap hari. Banyak gerakan olahraga yang sederhana yang dapat kita lakukan setiap hari seperti berjalan kaki, berlari, push up dan sit up, senam, bersepeda dan masih banyak lagi jenis olahraga yang dapat kita lakukan tanpa mengeluarkan uang. Sedikinya kita harus melakukan olahraga 10 menit setiap hari agar peredaran darah menjadi lancar dan badan menjadi sehat.
Banyak sekali manfaat olahraga ketika kita rutin melakukannya, misalnya :
Ø Olahraga dapat meningkatkan kemampuan otak, latihan fisik yang rutin dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas,dan kesehatan mental.
Ø Olahraga dapat membantu menunda proses penuaan. Riset membuktikan bahwa latihan sederhana seperti jalan kaki teratur dapat membantu mengurangi penurunan mental pada penuaan.
Ø Mengurangi stres. Olahraga dapat mengurangi kegelisahan dan bisa membantu anda mengendalikan amarah. Latihan aerobik dapat meningkatkan kemampuan jantung dan membuat anda lebih cepat mengatasi stres. Aktivitas seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, dan lari merupakan cara terbaik mengurangi stres.
Ø Olahraga mampu menjaga kesehatan dan mencegah berbagai macam penyakit. Berolahraga rutin dapat menjaga anda dari penyakit.
Ø Olahraga juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Olahraga yang dilakukan dengan teratur, akan meningkatkn fungsi hormon-hormon dalam tubuh dimana hormon-hormon ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
Ø Dengan olahraga juga dapat membuat tidur kita nyenyak. Olahraga selain membakar lemak anda juga membuat anda lelap tidur. Alasannya setelah kegiatan fisik, kelelahan setelah itu akan membuat anda akan lebih lelap tidur. Jika anda tidur dengan nyenyak maka konsetrasi akan terjaga dan tubuh akan menjadi bugar.
Mungkin kalian yang sering berolahraga dapat merasakan manfaat-manfaat olahraga tersebut. Tetapi kebanyakan orang tidak pernah melakukan kegiatan olahraga karena mungkin banyak alasan atau karena rasa malas yang sering mengiringnnya sehingga mereka tidak sempat untuk berolahraga padahal kurang berolahraga dapat membuat tubuh kita menjadi tidak sehat, bahaya tidak sering melakukan olahraga tubuh akan gampang terserang penyakit. Bisa kita bedakan mana orang yang jarang berolahraga dan mana orang yang sering berolahraga, biasanya orang yang sering berolahraga akan kelihatan segar dan sehat tetapi orang yangjarang berolahraga mereka akan kelihatan tidak segar dan kurang berolahraga juga bisa membuat wajah kita terlihat lebih tua dan mudah terserang penyakit. Maka dari itu untuk menjaga kesehatan tubuh kita harus sering berolahraga walaupun hanya sebentar kerena berolahraga dapat membuat kita sehat.

4 prinsip sekolah unggulan

Prinsip Pertama: Komitmen
Tak ada yang menyangkal pentingnya sebuah komitmen. Jangankan orang dewasa anak kecilpun sudah terbiasa meminta komitmen terhadap temannya. Nah, apalagi Anda sebagai guru yang mestinya berkomitmen tinggi untuk mencerdaskan anak nusantara.

Menurut Stephen P. Robbins komitmen diartikan sebagai keterlibatan pekerjaaan yang tinggi yang  memihak pada pekerjaan tertentu dari organisasi yang merekrutnya. Di sekolah guru merupakan tenaga profesional yang merupakan ujung tombak pelayanan terhadap siswa-siswi, maka sudah selayaknya guru mampu menjalankan kebijakan-kebijakan sekolah dan berkomitmen terhadap sekolah tempatnya bekerja.

Ahli lainnya, L.Mathis-John H. Jackson menyatakan bahwa komitmen organisasi adalah tingkat sampai dimana karyawan yakin dan menerima tujuan organisasi, serta berkeinginan untuk tinggal bersama atau meninggalkan perusahaan yang pada akhirnya tercermin dalam ketidakhadiran dan angka perputaran karyawan.

Tiga komponen yang  teridentifikasi dalam sebuah komitmen, yaitu:
  • Komitmen afektif (affective commitment), merupakan keterlibatan emosional seseorang pada organisasinya berupa perasan cinta pada organisasi.
  • Komitmen kontinyu (continuance commitment) merupakan persepsi seseorang atas biaya dan resiko dengan meninggalkan organisasi saat ini. Artinya, terdapat dua aspek pada komitmen kontinyu, melibatkan pengorbanan pribadi jika meninggalkan organisasi dan ketiadaan alternatif yang tersedia bagi orang tersebut.
  • Komitmen normatif (normative commitment), merupakan sebuah dimensi moral yang didasarkan pada perasaan wajib dan tanggung jawab pada organisasi yang mempekerjakannya.
Tak diyana, komitmen merupak ruh dari kualitas diri dari sumber daya manusia itu sendiri, dan sumber daya manusia merupakan ruh dari kinerja sebuah organisasi yang dalam hal ini juga sekolah. Apa jadinya jika ruh organisasi ini tidak memiliki komitmen yang tinggi, maka organisasi akan menjadi sebuah lembaga yang tidak berbentuk.

Tak ada tawar menawar lagi tentang pentingnya komitmen terhadap organisasi tak terkecuali Anda sebagai seorang guru hebat. Guru hebat tak akan menyepelekan  pentingnya komitmen di sekolah. Pentingnya komitmen di sekolah ini menyangkut berbagai bidang antara lain :

1. Komitmen terhadap visi dan misi sekolah

Visi dan misi merupakan goal dari sebuah sekolah. Hal ini menjadi penting sebagai acuan semua elemen untuk mengarah kesana. Namun, apa dikata. Di banyak sekolah visi dan misi tak ubahnya menjadi hiasan dinding, yang lebih miris tak semua warga sekolah memahami itu.

Apakah Anda sebagai seorang guru sudah mengetahui visi dan misi sekolah Anda?  Mungkin Anda menjawab ya. Lalu, apakah Anda sudah menjalankan aktivitas yang mengarah ke visi dan misi sekolah? Wah,  Anda tidak perlu tersenyum malu menjawabnya karena Anda tidak sendiri. Banyak guru di daerah lain yang melakukan hal yang sama.

Tak sedikit para guru yang tidak memahami akan kemana sekolah akan dibawa. Dengan kondisi ini, manajemen sudah selayaknya memberikan pengertian, pemahaman, tuntunan sehingga semua warga sekolah memahami arah yang akan ditempuh sekolah.

2. Komitmen terhadap program kerja sekolah

Tak jauh berbeda dengan visi dan misi sekolah. Di banyak sekolah program kerja hanya sebagai ritual tahunan yang harus ditempel di sekolah tanpa warga sekolah memahami apa seharusnya peran yang mesti dilakoni. Tak jarang, program kerja hanya sebatas angan sebagian kecil manajemen sekolah yang tak pernah diturunkan kepada pelaku kebijakan. Pada akhirnya semuanya berjalan hambar bak sayur tanpa garam.

Guru hebat, berhentilah mengambil senjata diam. Diam Tak selamanya menjadi emas. Sekarang waktunya Anda aksi dan unjuk gigi. Sekolah tempat Anda mengajar merupakan institusi yang  akan membawa Anda. Tentu Anda ingin mencapai puncaknya, menjadi sesuatu yang memang memberikan kebermanfaatan buat orang lain. Tak ada kata lain, selain tunjukkan aksimu mulai saat ini.

3. Komitmen terhadap kegiatan belajar mengajar ( KBM )

Kita dengan mudah  mengatakan malpraktik dokter saat seorang pasien mendapatkan masalah setelah perawatan. Nah, bagaimana jika siswa Anda melakukan hal yang tak pantas setelah Anda memberikan sebuah pembelajaran. Misalnya, tawuran.

Berhenti menyalahkan siswa. Ayo, koreksi diri Anda. Pernahkan Anda membaca koran sambil mengajar? Pernahkan Anda memainkan HP saat di dalam kelas? Atau pernahkan Anda mengoreksi pelajaran lain yang tak berhubungan saat Anda mengajarkan satu pelajaran di dalam kelas. Pertanyaan satu dan dua mungkin Anda dengan percaya diri kelas tinggi menjawab “tidak”, namun saya yakin dengan malu-malu kucing Anda menjawab “ya” pada pertanyaan ketiga.

Guru Indonesia, berhentilah melakukan malpraktik dalam dunia pendidikan. Ingat, pendidikan adalah investasi yang akan membuahkan hasil setelah beberapa tahun ke depan. Hari ini Anda menanam, maka esok anak dan cucu Anda akan memetik hasilnya. Masa depan bangsa ini ada dipundakmu.

4. Komitmen terhadap peningkatan prestasi sekolah

Tak banyak, memang. Sekolah di negara indah ini, memberikan perhatian serius terhapat prestasi siswa, guru maupun sekolah. Kebanyakan dari sekolah yang ada, hanya sebatas menjalankan fungsi mengajar dan transfer pengetahuan, sangat jarang sekolah memberikan ruang perhatian lebih dalam mendisain sekolahnya untuk menjadi sekolah unggul.

Guru benar. Prestasi siswa, guru dan sekolah perlu didisain agar semuanya dapat dipersiapkan dengan matang. Mimpi merupakan hal penting untuk melecut diri agar menjadi insan yang mampu berkompetisi. Maka perlu dibuatkan sebuah rencana prestasi yang akan dicapai pertahun.

Sudah selayaknya, dalam rapat kerja tahunan             (raker). Ditentukan prestasi apa yang akan dicapai sekolah tahun ini, hal ini dapat dilihat dari prestasi sebelumnya. Hambatan, tantangan serta peluang dan sumber daya yang sekolah miliki. Tak ada yang tak mungkin jika mau berusaha dengan maksimal. Ingat, Anda tak perlu jadi supermen namun Anda bisa menjadi supertim. Guru Cerdas, lakukan sekarang!

5. Komitmen terhadap profesi guru

Menyontek kata-kata Syahrini “sesuatu” rasanya profesi guru sangat layak mendapatkan pujian lebih dari itu. “Guru banget”, untuk guru yang profesional.

Anda sudah tahu, bukan? Bahwa guru profesional adalah guru yang memahami betul profesinya. Artinya, empat kompetensi yang harus dimiliki seorang guru sudah  ngelotok  di kepala Anda. Tak ada alasan bagi Anda untuk tidak mengetahui ini, namun jika Anda belum paham juga tak ada dosanya Anda kembali mempelajarinya.

Berhenti menyalahkan keadaan dan pemerintah atas kelemahan Anda. Tak perlu juga meminta dukungan siapapun agar Anda tidak dipersalahkan, yang terpenting adalah Anda menyadari kelemahan Anda dan komitmen untuk memperbaikinya. Selesai.

Shafarat Khan menjelaskan beberapa kondisi yang mempengaruhi komitmen seseorang terhadap organisasi, yaitu :

1. Lama bekerja (Time)

Waktu yang telah dilalui oleh seorang karyawan di sebuah organisasi setidaknya menunjukkan komitmennya berada dalam lingkaran manajemen tersebut. Coba Anda renungkan, apakah lamanya Anda bekerja di sana merupakan investasi komitmen yang Anda miliki? Atau hanya sebatas mengisi waktu luang Anda.

2. Kepercayaan (Trust)

Kepercayaan merupakan hal yang sangat penting tidak hanya bagi karyawan tetapi juga bagi manajemen. Kebijakan manajemen yang mungkin saja tidak menguntungkan karyawan tak selamanya harus dirasakan sebagai bentuk penyiksaan bagi karyawan. Sebuah manajemen tentu mempunyai strategi tersendiri yang kadangkala tak bisa diberikan sosialisasi sepenuhnya kepada seluruh karyawan.

Sebagai guru, Anda mestinya bijak dalam menyikapi perubahan aturan yang dilakukan manajemen. Anda mesti menyadari bahwa Anda adalah aset manajemen yang tak mungkin disia-siakan. Begitu sebaliknya, manajemen juga harus memberikan ruang karyawan untuk melakukan kinerja terbaik dan mendukung karyawan untuk mencapainya.

Beberapa cara yang bisa manajemen lakukan untuk membangun kepercayaan dengan karyawan antara lain menyediakan waktu dan sumber daya yang cukup bagi karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan,  menyediakan pelatihan yang mencukupi bagi kebutuhan kerja, menghargai perbedaan pandangan dan perbedaan kesuksesan yang diraih karyawan, dan menyediakan akses informasi yang cukup.

3. Rasa percaya diri (Confident)

Tak akan optimal kinerja seorang karyawan jika ia tidak miliki rasa percaya diri terhadap kemampuannya. Anda guru yang memiliki kepercayaan diri akan mampu memberikan pelayanan optimal bagi anak didik. Keyakinan itu akan menjadikan amunisi bagi Anda untuk menunjukkan peranan terbaik Anda.

Keyakinan karyawan dapat ditimbulkan melalui beberapa kegiatan, yaitu mendelegasikan tugas penting kepada karyawan, menggali saran dan ide dari karyawan, memperluas tugas dan membangun jaringan antar departemen, menyediakan instruksi tugas untuk penyelesaian pekerjaan yang baik.

4. Kredibilitas (Credibility)

Sebagai tim kerja yang solid, maka sebuah organisasi harus menjaga kredibilitas terhadap karyawannya. Faktor ini tak kala pentingnya di sekolah. Sebagai institusi sosial tingkat kepercayaan terhadap kinerja dan kompetensi karyawan  sangat berpengaruh terhadap pelayanan kepada konsumen. Kepercayaan ini bukan berarti tak perlu kontrol dari manajemen atau kepala sekolah terhadap kinerja karyawan namun kontrol harus dianggap sebagai supporting untuk mendeteksi secara dini penyimpangan, agar sesegera mungkin kembali ke jalur menuju visi dan misi.

Sebagai guru yang komitmen terhadap visi, misi dan program sekolah. Anda tidak perlu risih dengan kontrol yang dilakukan manajemen selagi itu memang menjaga seluruh program mengarah kepada tujuan sekolah. Saya yakin, Anda tidak inginkan, tujuan program tidak tercapai atau tidak tepat sasaran.

Beberapa kegiatan yang akan mendukung terciptanya kredibilitas terhadap guru di sekolah, antara lain seperti memandang guru dan warga sekolah sebagai tim kerja yang strategis, memberikan target yang jelas sesuai peran masing-masing, memberikan kesempatan guru berekspresi selagi tidak melanggar tujuan sekolah, memandang semua elemen sekolah sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan sekolah.

5. Pertanggungjawaban (Accountability)

Guru yang memahami fungsinya tak dapat dipungkiri pasti akan menjadi guru bertanggung jawab terhadap profesinya. Sudahkan Anda memegang peran itu? Tak perlu dijawab, namun sangat perlu Anda renungkan! Berhentilah menuntut siapa dan apa, lakukan peran Anda sebaik mungkin.

Sudah menjadi kewenangan manajemen untuk melakukan kinerja dan mengawasi proses pelaksanaan  sekolah dalam rangka mencapai tujuan sekolah. Risih, memang. Saat Anda dievaluasi namun ternyata di sana sini masih banyak koreksi. Jadikan hal itu cambuk untuk terus berkarya dan menganggap positif setiap masukan, karena jika Anda menganggap itu merupakan ancaman, justru yang rugi Anda sendiri.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan manajemen antara lain dengan mengadakan pelatihan sebagai bentuk evaluasi kinerja sekolah, memberikan tugas yang jelas dan terukur, melibatkan karyawan dalam standar dan ukuran kinerja, memberikan saran dan bantuan kepada guru dan karyawan dalam menyelesaikan tugas.

Sudah selayaknya manajemen sekolah menjaga seluruh stakeholder agar menjadi kekuatan yang luar biasa. Semakin besar komitmen tim akan berbanding lurus dengan komitmen guru terhadap sekolah. Walaupun, adakalanya ketidakpuasan individu kepada personal lainnya akan mempengaruhi keputusan karyawan untuk bertahan atau lari dari sebuah manajemen.

Guru hebat, jadikan prinsip utama ini menjadi pilar untuk mewujudkan sekolah Anda menjadi sekolah yang unggul.

Prinsip Kedua: Bersahabat dengan Teknologi 

Beruntunglah, jika Anda seorang guru yang tinggal di kota karena dengan mudah Anda dapat mengakses perkembangan teknologi. Internet sebagai bentuk teknologi sudah meluas sampai keseluruh penjuru. Memang sih, tak semua wilayah terjangkau namun setidaknya sudah banyak daerah yang terlayani.

Miris, jika kita mau jujur. Berapa banyak para guru nusantara melek teknologi atau katakanlah melek internet? Tak ada data pasti. Namun, dari biodata peserta pelatihan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa  ternyata hanya sebagian kecil saja guru yang punya e-mail. Tak berlebihan jika penulis menyatakan bahwa e-mail adalah salah satu ukuran bahwa para guru melek internet, walaupun belum tentu mereka aktif mengelola e-mail mereka.

Belum lagi, jika menyoalkan sejauh mana pembelajaran para guru berbasis teknologi. Rasanya terlalu berlebihan jika kita menyimpulkan bahwa guru sudah melek teknologi. Sangat sedikit para guru mengajar dengan memanfaatkan teknologi.

Penulis terkejut, pada saat mewawancara calon guru yang berpengalaman sepuluh tahun lebih ternyata tidak mampu mengoperasikan komputer, dan lebih terkejut lagi mendengar pengakuan bahwa yang mengetik RPP miliknya dengan meminta bantuan adik guru tersebut. Miris.

Di satu sisi, pendidikan jarak jauh semakin menjamur namun di sisi lain ternyata nikmatnya teknologi tak dienyam oleh seluruh guru. Siapa yang salah? Tak selesai dengan mencari kambing hitam.

Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran yang  aktivitas pembelajaran  dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Jarak merupakan kendala yang dapat diselesaikan dengan metode ini. Hal ini yang membedakan dengan pembelajaran secara langsung.

Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.
    
Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di Indonesia. Tak dipungkiri, sejauh ini belum tahu pasti efektivitas pola ini.
  
Terlepas dari polemik efektivitas solusi pembelajaran ini, namun coba saja jika para guru kualitasnya sama, mungkin solusi seperti ini tak perlu dikeluarkan. Pada saat pemerataan kualitas para guru, rasanya orang daerah tak perlu khawatir dengan  berbedanya  mutu sekolah. Namun, apa yang terjadi dengan negeri ini. Pemerataan pendidikan jauh panggang dari api, apalagi pemerataan kualitas pendidikan.

Guru Indonesia, jika sekolah Anda ingin menjadi sekolah unggul maka bersahabatlah dengan teknologi. Teknologi merupakan konsekuensi logis perkembangan zaman, maka Andapun harus mengikutinya, atau tergilas. Kemajuan teknologi membawa perkembangan dalam dunia pendidikan,  dan untuk mewujudkan sekolah unggul maka teknologi merupakan prinsip yang harus dipahami  dan  dikuasai.

Kemajuan teknologi dan memanfaatan yang tepat akan sangat memuluskan jalan bagi sekolah Anda untuk menjadi sekolah unggul.

Prinsip Ketiga: Menyadari Setiap Permasalahan Selalu Ada Solusi

Sahabat guru, pernahkah Anda mendengar ada asap pasti ada api, ada dampak tentu ada penyebabnya?  Berarti ada masalah pasti sudah punya solusinya.

Yang terpenting dari semuanya, tentu saja bagaimana seseorang memandang sebuah masalah. Anda sebagai guru, akan melihat kurang responnya siswa dalam mengerjakan pekerjaan rumah merupakan masalah bagi Anda, manajemen kurang perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah tentu membuat masalah dalam pembelajaran Anda, bahkan toilet sekolah kotor juga bagian masalah yang membuat Anda tidak konsentrasi dalam mengajar.

Yang lebih parahnya lagi, jika Anda berpikir bahwa masalah selalu mengikuti Anda, dan yang sangat menyedihkan dari semua itu jika Anda beranggapan masalahlah justru yang selalu bertemu dan mengetuk diri Anda. Anda seakan penuh dengan masalah.

Masalah, masalah dan masalah. Bahkan Anda bersenandung dengan lagu dangdut “ hidup penuh liku-liku, ada masalah dan masalah”.Entahlah, apa yang ada dibenak Anda  guru hebat?

Berikanlah waktu diri Anda untuk merenung sejenak. Mengapa tuhan memberikan api lalu ada air? Mengapa ada lelaki lalu ada perempuan ? Mengapa ada siang lalu ada malam? Mengapa ada pagi lalu ada petang? Ternyata kalau Anda ingin menyadari ternyata tuhan telah memberikan pasangannya masing-masing.

Jangan diperdebatkan lagi. Ada masalah pasti ada solusinya. Guru solutif, pastikan diri Anda melihat sebuah masalah dalam porsi positif bukan negatif, ambil hikmah dari setiap permasalahan. Begitu juga dengan permasalahan yang terjadi di sekolah. Seluruh warga sekolah sudah semestinya menyadari semua permasalahan tersebut ada solusinya. Tak ada masalah yang tak memberikan hikmah, tergantung cara pandang yang melihatnya.

Yang perlu menjadi catatan bagi Anda adalah tidak semua solusi yang diambil mampu memberikan kepuasan kepada semua stakeholder. Ingat, bahwa Anda bukanlah alat ekonomi untuk memuaskan pelakunya, namun Anda menjalankan peran Anda sesuai dengan cita-cita sekolah.  Dengan kenyataan tersebut, wajar saja jika setiap solusi yang diambil sebuah sekolah tidak dapat memuaskan semua pihak terkait.

Sebagai guru yang memahami perannya dengan baik, tentu Anda juga harus menyadari bahwa manajemen tidak mungkin memuaskan semua individu dengan keinginan yang sangat beragam, bukankah demokrasi akan mengalahkan pendapat minoritas? Tetapi Anda harus yakin, tim Anda mempunyai toleransi dan komitmen yang tinggi.

Tak berarti, manajemen dapat mengambil keputusan semena-mena. Mari, kembali kepada tujuan sekolah. Jangan bosan, untuk selalu mengingatkan seluruh warga sekolah tentang pentingnya bergerak kearah tujuan sekolah. Bantu tim yang lemah, motivasi tim yang sedang ragu-ragu, kasih mainan baru bagi tim unggul.

Tak berbeda dengan Anda sebagai seorang guru. Siswa lemah, Anda wajib memberikan remidial atau pengulangan, siswa sedang  selalu berikan bimbingan dan siswa yang mempunyai kemampuan lebih berikan pengayaan. Agar semuanya dapat menggali potensi diri secara optimal.

Memang tak mudah menyelesaikan semua persoalan sekolah, tetapi Anda harus yakin semua pasti ada solusinya. Permasalahan kecilnya gaji guru dapat Anda selesaikan dengan memberikan pemahaman  tentang strategi menjadi guru cerdas finansial ( baca; Bukan Guru Oemar Bakrie Menjadi Guru Cerdas Finansial, Gramedia Pustaka Utama, 2010), Keterbatasan alat praga dan media pembelajaran dengan memberikan dorongan kepada para guru menjadi guru kreatif dan menerapkan pembelajaran kontekstual. Persoalan lemahnya disiplin guru  dengan memberikan pemahaman pentingnya komitmen tentang disiplin dan kontrol yang lebih terhadap para guru, bisa juga dengan memberikan reward  dan punishment namun dalam jangka panjang cara ini kurang mendidik.

Di banyak  sekolah, fungsi  kontrol hanya bertumpuh pada  satu orang saja yaitu kepala sekolah. Kalau pun ada tata usaha wewenangnya hanya sebatas administrasi saja. Nah, yang terjadi berikutnya kepala sekolah harus menyelesaikan semua persoalan dan menjaga agar program sekolah tetap berjalan.

Hal ini tidak mesti terjadi, jika semua elemen menyadari bahwa semuanya  mesti memegang peran untuk menjaga program sekolah dapat berjalan optimal. Beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk menggugah kepedulian semua warga sekolah, yaitu :
  • Melaksanakan koordinasi menyangkut kinerja dan rencana program per minggu dengan manajemen sekolah ( kepala sekolah dan wakil ) setiap pekan.
  • Melaksanakan kordinasi dengan seluruh guru dan staf menyangkut kinerja dan rencana program per minggu. Pada kesempatan ini menjelaskan kembali perkembangan yang terjadi dalam pemantauan kinerja minggu ini.
  • Melaksanakan koordinasi dengan Komite Sekolah sebagai mitra kerja dan jika perlu memberikan evaluasi kinerja program.
  • Memberikan feed back kepada seluruh warga sekolah untuk menjelaskan capaian dan kendala dalam pelaksanaan program.

Peran manajemen sangat penting dalam mencari solusi yang tepat dan mempunyai resiko yang paling minimalis, namun bukan berarti Anda sebagai guru tidak dapat berkontribusi? Berikan saluran dan cara yang benar dalam memberikan solusi. Ingat, bahwa sekolah tempat Anda bekerja merupakan perahu tempat Anda berlayar, bayangkan jika perahu itu bocor bukan saja rekan Anda yang akan tenggelam namun Anda juga akan berakhir riwayatnya. Maka, jagalah perahu Anda!

Sahabat guru,  jadikan perbedaan pendapat sebagai anugerah. Sadari, jika semua ingin menjadi nahkoda siapa yang akan menjadi teknisi, jika semuanya ingin duduk di beranda siapa yang berada di dalam kapalnya, jika semua ingin dilayani siapa yang akan melayani. Anda tak punya waktu banyak untuk berleha-leha, perahu Anda akan segera berlayar untuk sesegera mungkin mencapai tujuan.

Warga sekolah, mainkan peran masing-masing untuk menjadi yang terbaik sesuai fungsinya. Solusi akan datang jika Anda mencari, jalani solusi yang ditetapkan bersama walupun tidak sesuai dengan kehendak nurani dan beri kesempatan solusi itu bekerja untuk tujuan bersama. Guru solutif, Anda adalah pemenangnya.  
Prinsip Keempat: Menjalankan Sekolah dengan Profesional

Profesional sebuah kata yang mudah diucapkan dan sulit diterapkan namun masih sangat bisa dilakukan. Jalankan sekolah dengan profesional. Profesional adalah seseorang yang  ahli, mengerti dan memahami pekerjaan sesuai dengan keahliannya. Berarti profesional sangat penting dilakukan seseorang dalam aktivitasnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.      

Sudahkah Anda menjadi guru profesional? Menjadi guru bukanlah pekerjaan yang mudah, namun masih tetap dapat dilakukan, bukan? Pintar saja tak cukup menjadi guru profesional banyak faktor yang harus dipenuhi seorang guru profesional.Namun, bukan berarti menjadi guru tidak mesti pintar.

Guru merupakan profesi yang membutuhkan keahlian tersendiri, tak semua orang mampu mengerjakan tugas mulai ini, banyak yang memiliki kemampuan komunikasi namun belum tentu dapat memainkan perannya sebagai guru. Guru perlu mendapatkan pelatihan dan bimbingan khusus.

Seperti yang dikemukakan Hamalik, pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri, pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian sebagai seorang guru. Banyak yang pandai berbicara tertentu, namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik, 2004: 118-119). Sungguh pernyataan ini menjadi sanjungan untuk  Anda sebagai seorang guru.

Djamarah menjelaskan bahwa profesi guru lebih luas lagi, bukan hanya di sekolah formal tetapi juga informal seperti di masjid, di rumah bahkan di sekolah-sekolah minggu.

Luangkan waktu untuk merenung dan bertanya kepada nurani Anda, sudahkah Anda menjadi guru yang sejati dan tentunya profesional?  Hem, tak perlu malu untuk mengakui bahwa masih banyak yang harus Anda pelajari agar menjadi guru profesional. Guru pembelajar, ini langkah awal yang positif, bahwa Anda sesegera ini menyadarinya.

Secara umum seorang guru profesional harus  memiliki empat kompetensi guru yaitu  pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional. Namun perlu indikator yang jelas agar para guru dapat mengukur sejauh mana profesionalisme yang ia miliki.

Sebagai salah satu indikator, Anda bisa mengukur diri Anda dengan menceklist  beberapa pernyataan yang disajikan berikut ini. (lihat dalam kotak)

Tanlain menjelaskan bahwa sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki beberapa sifat   yaitu :
  • Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan
  • Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya)
  • Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya.
  • Menghargai orang lain termasuk anak didik
  • Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat, sombong dan tidak singkat akal)
  • Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Sadarilah, Anda sebagai guru layaknya seorang  sutradara  yang merangkap pemeran  utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Anda memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan dalam pencapaian visi dan misi sekolah.

Tak ada penawaran lain untuk Anda sebagai guru. Kemampuan profesional merupakan nutrisi utama  dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab Anda sebagai guru yang memahami mulianya profesi Anda. Satu kata buat Anda, SEMANGAT.

Guru profesional, jadikan peranan terbaik Anda untuk menjadi guru yang bermakna. Beberapa peranan guru, yaitu :

1. Fasilitator

Sebagai fasilitator guru harus mampu menyiapkan diri sebagai mediator pembelajaran para siswa. Guru menggali kemampuan dan potensi siswa sehingga kompetensi tersebut muncul. Guru memberikan stimulus kepada para siswa untuk memaknai pembelajaran agar lebih bermakna.

2. Motivator

Guru merupakan sumber motivasi para siswa. Guru harus memahami psikologis dan kecendrungan siswanya satu persatu, dengan demikian guru mampu memberikan dorongan dan motivasi yang sesuai. Ada kalanya guru harus masuk dalam komunitas mereka sehingga lebih memahami keinginan mereka.

3. Informator

Guru merupakan sumber informasi yang sangat terpercaya bagi para siswa. Oleh karena itu Anda  harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tepat. Gurupun mesti terus belajar dan membaca untuk membuka cakrawala sehingga Anda mampu memberikan informasi yang terkini dan terpercaya.

4. Pembimbing

Guru merupakan pembimbing bagi para siswa. Peran yang tak mudah tetapi harus Anda lakukan. Sebagai guru Anda harus terus belajar agar mampu menjadi pembimbing yang baik bagi anak didik Anda.

5. Korektor

Guru senantiasa memberikan arahan, bimbingan sekaligus korektor para siswa. Jangan biarkan siswa Anda terperosok dalam tindakan yang tidak sesuai, cepat berikan koreksi Anda sehingga mereka terhindar dari petaka. Jadilah korektor yang ada saat mereka membutuhkan.

6. Inspirator

Guru senantiasa memberikan inspirasi bagi peserta didiknya. Sebagai sumber inspirasi tentunya Anda juga harus mendapatkan inspirasi juga dari pihak lainnya. Sudah seharusnya Anda juga belajar.

7. Organisatoris

Sebagai organisator, guru harus mampu memberikan arahan tentang aturan, organisasi, dan kerja sama bagi peserta didiknya. Sehingga para siswa juga mampu mengatur dan mengelola dirinya dan organisasi yang ia masuki. Kemampuan seorang siswa dalam berorganisasi  manfaatnya tidaklah muncul pada saat ia menjalankan kegiatan tersebut, namun akan sangat bermanfaat setelah ia memasuki dunia kerja.
Selain itu, seorang guru juga dituntut untuk mengelola para siswanya atau kelasnya sehingga mereka menjadi pribadi yang mampu menempah dirinya menjadi sosok yang mengagumkan dikemudian hari.

8. Inisator

Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetus ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran. Inisiatif seorang guru akan sangat menentukan kreativitas para peserta didik. Guru yang baik tentu saja mempunyai inisiatif dalam proses pembelajaran.

9. Demonstrator

Dalam pembelajaran seorang guru hendaknya mampu mendemonstrasikan pembelajaran sehingga peserta didik dengan mudah memahami pelajaran.  Dalam interaksi edukatif, tidak semua bahan pelajaran dapat dipahami peserta didik, oleh sebab itu kemampuan mendemonstrasikan materi merupakan faktor yang sangat penting dalam pembelajaran.

10. Pengelolaan kelas

Pengelolaan kelas sangat menentukan efektifitas dalam sebuah pembelajaran, oleh sebab itu seorang guru harus mampu memanajemen kelasnya dengan baik. Memerlukan latihan dan eksplorasi terus menerus sehingga mendapatkan cara dan metode pengelolaan yang tepat bagi kelas didiknya.  Kemampuan mengelola kelas dengan baik akan sangat membantu tercapainya tujuan pembelajaran.

11. Mediator

Sebagai guru Anda harus mampu menjadi mediator bagi peserta didik. Sebagai mediator guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang pendidikan dan materi ajarnya. Sehingga Anda mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik Anda.

12. Supervisor

Sebagai supervisor dalam pembelajaran, seorang guru harus mempunyai kemampuan untuk mensupervisi para peserta didiknya. Hal ini diperlukan agar para peserta didik dapat disupervisi dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran tepat sasaran.

13. Evaluator

Guru harus memiliki kemampuan untuk mengevaluasi proses pembelajarannya. Evaluasi ini sangat penting sebagai ukuran yang jelas terhadap capaian hasil kerjanya. Evaluasi harus dilakukan dengan metode dan cara yang tepat, kesalahan dalam memilih alat evaluasi akan membuat hasilnya tidak sesuai dengan sasaran yang diinginkan.

Memberikan penilaian yang jujur akan sangat diperlukan untuk membentuk karakter kejujuran para siswa, Anda sebagai guru harus mulai dengan evaluasi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dengan demikian tidak ada pihak-pihak yang terciderai keadilannya.


sumber :http://www.sscdompetdhuafa.net/artikel/artikel-guru/73-empat-prinsip-menjadi-sekolah-unggul

tahlilan

TAHLILAN (SELAMATAN KEMATIAN ) ADALAH BID’AH MUNKAR DENGAN IJMA’ PARA SHAHABAT DAN SELURUH ULAMA ISLAM

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat


عَنْ جَرِيْربْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ قَالَ : كُنَّا نَرَى (وفِى رِوَايَةٍ : كُنَا نَعُدُّ) اْلاِجْتِمَاع اِلَى أَهلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ (بَعْدَ دَفْنِهِ) مِنَ الْنِّيَاحَةِ 

"Dari Jarir bin Abdullah Al Bajaliy, ia berkata : " Kami (yakni para shahabat semuanya) memandang/menganggap (yakni menurut madzhab kami para shahabat) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap"

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini atau atsar di atas dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah (No. 1612 dan ini adalah lafadzhnya) dan Imam Ahmad di musnadnya (2/204 dan riwayat yang kedua bersama tambahannya keduanya adalah dari riwayat beliau), dari jalan Ismail bin Abi Khalid dari Qais bin Abi Hazim dari Jarir sebagaimana tersebut di atas.

Saya berkata : Sanad Hadits ini shahih dan rawi-rawinya semuanya tsiqat (dapat dipercaya ) atas syarat Bukhari dan Muslim.

Dan hadits atau atsar ini telah dishahihkan oleh jama’ah para Ulama yakni para Ulama Islam telah ijma/sepakat tentang hadits atau atsar di atas dalam beberapa hal.

Pertama : Mereka ijma' atas keshahihan hadits tersebut dan tidak ada seorang pun Ulama -sepanjang yang diketahui penulis- wallahu a’lam yang mendloifkan hadits ini. Dan ini disebabkan seluruh rawi yang ada di sanad hadits ini –sebagaimana saya katakan dimuka- tsiqoh dan termasuk rawi-rawi yang dipakai oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Kedua : Mereka ijma' dalam menerima hadits atau atsar dari ijma' para shahabat yang diterangkan oleh Jarir bin Abdullah. Yakni tidak ada seorangpun Ulama yang menolak atsar ini. Yang saya maksud dengan penerimaan (qobul) para Ulama ini ialah mereka menetapkan adanya ijma’ para shahabat dalam masalah ini dan tidak ada seorangpun di antara mereka yang menyalahinya.

Ketiga : Mereka ijma' dalam mengamalkan hadits atau atsar diatas. Mereka dari zaman shahabat sampai zaman kita sekarang ini senantiasa melarang dan mengharamkan apa yang telah di ijma'kan oleh para shahabat yaitu berkumpul-kumpul ditempat atau rumah ahli mayit yang biasa kita kenal di negeri kita ini dengan nama " Selamatan Kematian atau Tahlilan".

LUGHOTUL HADITS
1. كُنَا نَعُدُّ / كُنَّا نَرَى = Kami memandang/menganggap.
Maknanya : Menurut madzhab kami para shahabat semuanya bahwa berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit dan membuatkan makanan termasuk dari bagian meratap.

Ini menunjukkan telah terjadi ijma’/kesepakatan para shahabat dalam masalah ini. Sedangkan ijma’ para shahabat menjadi dasar hukum Islam yang ketiga setelah Al-Qur’an dan Sunnah dengan kesepakatan para Ulama Islam seluruhnya.

2. اْلاِجْتِمَاع اِلَى أَهلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ = Berkumpul-kumpul di tempat atau di rumah ahli mayit dan membuatkan makanan yang kemudian mereka makan bersama-sama

3. بَعْدَ دَفْنِهِi = Sesudah mayit itu ditanam/dikubur. Lafadz ini adalah tambahan dari riwayat Imam Ahmad.

Keterangan di atas tidak menunjukkan bolehnya makan-makan di rumah ahli mayit “sebelum dikubur”!?. Akan tetapi yang dimaksud ialah ingin menjelaskan kebiasaan yang terjadi mereka makan-makan di rumah ahli mayit sesudah mayit itu dikubur.

4. مِنَ الْنِّيَاحَةِ = Termasuk dari meratapi mayit
Ini menunjukkan bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit atau yang kita kenal di sini dengan nama “selamatan kematian/tahlilan” adalah hukumnya haram berdasarkan madzhab dan ijma’ para sahabat karena mereka telah memasukkan ke dalam bagian meratap sedangkan merapat adalah dosa besar.

SYARAH HADITS
Hadits ini atau atsar di atas memberikan hukum dan pelajaran yang tinggi kepada kita bahwa : Berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan makan-makan di situ (ini yang biasa terjadi) termasuk bid’ah munkar (haram hukumnya). Dan akan bertambah lagi bid’ahnya apabila di situ diadakan upacara yang biasa kita kenal di sini dengan nama “selamatan kematian/tahlilan pada hari pertama dan seterusnya”.

Hukum diatas berdasarkan ijma’ para shahabat yang telah memasukkan perbuatan tersebut kedalam bagian meratap. Sedangkan meratapi mayit hukumnya haram (dosa) bahkan dosa besar dan termasuk salah satu adat jahiliyyah.

FATWA PARA ULAMA ISLAM DAN IJMA’ MEREKA DALAM MASALAH INI
Apabil para shahabat telah ijma’ tentang sesuatu masalah seperti masalah yang sedang kita bahas ini, maka para tabi’in dan tabi’ut-tabi’in dan termasuk di dalamnya Imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi’iy dan Ahmad) dan seluruh Ulama Islam dari zaman ke zamanpun mengikuti ijma’nya para sahabat yaitu berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan makan-makan di situ adalah haram dan termasuk dari adat/kebiasaan jahiliyyah.

Oleh karena itu, agar supaya para pembaca yang terhormat mengetahui atas dasar ilmu dan hujjah yang kuat, maka di bawah ini saya turunkan sejumlah fatwa para Ulama Islam dan Ijma’ mereka dalam masalah “selamatan kematian”.

1. Telah berkata Imamnya para Ulama, mujtahid mutlak, lautan ilmu, pembela Sunnah. Al-Imam Asy-Syafi’iy di ktabnya ‘Al-Um” (I/318).

“Aku benci al ma'tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan"[1]

Perkataan imam kita diatas jelas sekali yang tidak bisa dita'wil atau ditafsirkan kepada arti dan makna lain kecuali bahwa beliau dengan tegas mengharamkan berkumpul-kumpul dirumah keluarga/ahli mayit. Ini baru berkumpul saja, bagaimana kalau disertai dengan apa yang kita namakan disini sebagai Tahlilan ?"
2. Telah berkata Imam Ibnu Qudamah, di kitabnya Al Mughni (Juz 3 halaman 496-497 cetakan baru ditahqiq oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki ) :

“Adapun ahli mayit membuatkan makanan untuk orang banyak maka itu satu hal yang dibenci ( haram ). Karena akan menambah kesusahan diatas musibah mereka dan menyibukkan mereka diatas kesibukan mereka [2] dan menyerupai perbuatan orang-orang jahiliyyah. 

Dan telah diriwayatkan bahwasannya Jarir pernah bertamu kepada Umar. Lalu Umar bertanya,.Apakah mayit kamu diratapi ?" Jawab Jarir, " Tidak !" Umar bertanya lagi, " Apakah mereka berkumpul di rumah ahli mayit dan mereka membuat makanan ? Jawab Jarir, " Ya !" Berkata Umar, " Itulah ratapan !"

3. Telah berkata Syaikh Ahmad Abdurrahman Al Banna, di kitabnya : Fathurrabbani tartib musnad Imam Ahmad bin Hambal ( 8/95-96) :

"Telah sepakat imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i dan Ahmad) atas tidak disukainya ahli mayit membuat makanan untuk orang banyak yang mana mereka berkumpul disitu berdalil dengan hadits Jarir bin Abdullah. Dan zhahirnya adalah HARAM karena meratapi mayit hukumnya haram, sedangkan para Shahabat telah memasukkannya (yakni berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit) bagian dari meratap dan dia itu (jelas) haram. 

Dan diantara faedah hadits Jarir ialah tidak diperbolehkannya berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit dengan alasan ta'ziyah /melayat sebagaimana dikerjakan orang sekarang ini. 

Telah berkata An Nawawi rahimahullah : Adapun duduk-duduk (dirumah ahli mayit ) dengan alasan untuk ta'ziyah telah dijelaskan oleh Imam Syafi'i dan pengarang kitab Al Muhadzdzab dan kawan-kawan semadzhab atas dibencinya (perbuatan tersebut)........ 

Kemudian Nawawi menjelaskan lagi, " Telah berkata pengarang kitab Al Muhadzdzab : “Dibenci duduk-duduk (ditempat ahli mayit ) dengan alasan untuk ta'ziyah. Karena sesungguhnya yang demikian itu adalah muhdats (hal yang baru yang tidak ada keterangan dari Agama), sedang muhdats adalah " Bid'ah."

Kemudian Syaikh Ahmad Abdurrahman Al-Banna di akhir syarahnya atas hadits Jarir menegaskan : “Maka, apa yang biasa dikerjakan oleh kebanyakan orang sekarang ini yaitu berkumpul-kupmul (di tempat ahli mayit) dengan alasan ta’ziyah dan mengadakan penyembelihan, menyediakan makanan, memasang tenda dan permadani dan lain-lain dari pemborosan harta yang banyak dalam seluruh urusan yang bid’ah ini mereka tidak maksudkan kecuali untuk bermegah-megah dan pamer supaya orang-orang memujinya bahwa si fulan telah mengerjakan ini dan itu dan menginfakkan hartanya untuk tahlilan bapak-nya. Semuanya itu adalah HARAM menyalahi petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Salafush shalih dari para shahabat dan tabi’in dan tidak pernah diucapkan oleh seorangpun juga dari Imam-imam Agama (kita).

Kita memohon kepada Allah keselamatan !”

4. Al Imam An Nawawi, dikitabnya Al Majmu' Syarah Muhadzdzab (5/319-320) telah menjelaskan tentang bid'ahnya berkumpul-kumpul dan makan-makan dirumah ahli mayit dengan membawakan perkataan penulis kitab Asy -Syaamil dan lain-lain Ulama dan beliau menyetujuinya berdalil dengan hadits Jarir yang beliau tegaskan sanadnya shahih. Dan hal inipun beliau tegaskan di kitab beliau “Raudlotuth Tholibin (2/145).

5. Telah berkata Al Imam Asy Syairoziy, dikitabnya Muhadzdzab yang kemudian disyarahkan oleh Imam Nawawi dengan nama Al Majmu' Syarah Muhadzdzab : "Tidak disukai /dibenci duduk-duduk (ditempat ahli mayit) dengan alasan untuk Ta'ziyah karena sesungguhnya yang demikian itu muhdats sedangkan muhdats adalah " Bid'ah ".

Dan Imam Nawawi menyetujuinya bahwa perbatan tersebut bid’ah. [Baca ; Al-Majmu’ syarah muhadzdzab juz. 5 halaman 305-306]

6. Al Imam Ibnul Humam Al Hanafi, di kitabnya Fathul Qadir (2/142) dengan tegas dan terang menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah " Bid'ah Yang Jelek". Beliau berdalil dengan hadits Jarir yang beliau katakan shahih.

7. Al Imam Ibnul Qayyim, di kitabnya Zaadul Ma'aad (I/527-528) menegaskan bahwa berkumpul-kumpul (dirumah ahli mayit) dengan alasan untuk ta'ziyah dan membacakan Qur'an untuk mayit adalah " Bid'ah " yang tidak ada petunjuknya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

8. Al Imam Asy Syaukani, dikitabnya Nailul Authar (4/148) menegaskan bahwa hal tersebut Menyalahi Sunnah.

9. Berkata penulis kitab ‘Al-Fiqhul Islamiy” (2/549) : “Adapaun ahli mayit membuat makanan untuk orang banyak maka hal tersebut dibenci dan Bid’ah yang tidak ada asalnya. Karena akan menambah musibah mereka dan menyibukkan mereka diatas kesibukan mereka dan menyerupai (tasyabbuh) perbuatan orang-orang jahiliyyah”.

10. Al Imam Ahmad bin Hambal, ketika ditanya tentang masalah ini beliau menjawab : " Dibuatkan makanan untuk mereka (ahli mayit ) dan tidaklah mereka (ahli mayit ) membuatkan makanan untuk para penta'ziyah." [Masaa-il Imam Ahmad bin Hambal oleh Imam Abu Dawud hal. 139]

11. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, " Disukai membuatkan makanan untuk ahli mayit dan mengirimnya kepada mereka. Akan tetapi tidak disukai mereka membuat makanan untuk para penta'ziyah. Demikian menurut madzhab Ahmad dan lain-lain." [Al Ikhtiyaaraat Fiqhiyyah hal.93]

12. Berkata Al Imam Al Ghazali, dikitabnya Al Wajiz Fighi Al Imam Asy Syafi'i (I/79), " Disukai membuatkan makanan untuk ahli mayit."

KESIMPULAN.
Pertama : Bahwa berkumpul-kumpul ditempat ahli mayit hukumnya adalah BID'AH dengan kesepakatan para Shahabat dan seluruh imam dan ulama' termasuk didalamnya imam empat.

Kedua : Akan bertambah bid'ahnya apabila ahli mayit membuatkan makanan untuk para penta'ziyah.

Ketiga : Akan lebih bertambah lagi bid'ahnya apabila disitu diadakan tahlilan pada hari pertama dan seterusnya.

Keempat : Perbuatan yang mulia dan terpuji menurut SUNNAH NABI Shallallahu ‘alaihi wa sallam kaum kerabat /sanak famili dan para jiran/tetangga memberikan makanan untuk ahli mayit yang sekiranya dapat mengenyangkan mereka untuk mereka makan sehari semalam. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Ja'far bin Abi Thalib wafat.

"Buatlah makanan untuk keluarga Ja'far ! Karena sesungguhnya telah datang kepada mereka apa yang menyibukakan mereka (yakni musibah kematian)." [Hadits Shahih, riwayat Imam Asy Syafi'i ( I/317), Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad (I/205)]

Hal inilah yang disukai oleh para ulama kita seperti Syafi’iy dan lain-lain (bacalah keterangan mereka di kitab-kitab yang kami turunkan di atas).

Berkata Imam Syafi’iy : “Aku menyukai bagi para tetangga mayit dan sanak familinya membuat makanan untuk ahli mayit pada hari kematiannya dan malam harinya yang sekiranya dapat mengenyangkan mereka, karena sesungguhnya yang demikian adalah (mengikuti) SUNNAH (Nabi).... “ [Al-Um I/317]

Kemudian beliau membawakan hadits Ja’far di atas.

[Disalin dari buku Hukum Tahlilan (Selamatan Kematian) Menurut Empat Madzhab dan Hukum Membaca Al-Qur’an Untuk Mayit Bersama Imam Syafi’iy, Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat (Abu Unaisah), Penerbit Tasjilat Al-Ikhlas, Cetakan Pertama 1422/2001M]
_______
Footnote
[1]. Ini yang biasa terjadi dan Imam Syafi'i menerangkan menurut kebiasaan yaitu akan memperbaharui kesedihan. Ini tidak berarti kalau tidak sedih boleh dilakukan. Sama sekali tidak ! Perkataan Imam Syafi'i diatas tidak menerima pemahaman terbalik atau mafhum mukhalafah.
[2]. Perkataan ini seperti di atas yaitu menuruti kebiasaannya selamatan kematian itu menyusahkan dan menyibukkan. Tidak berarti boleh apabila tidak menyusahkan dan tidak menyibukkan ! Ambillah connoth firman Allah did alam surat An-Nur ayat 33 :”Janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi”. Apakah boleh kita menyuruh budak perempuan kita untuk melacur apabila mereka menginginkannya?! Tentu tidak!


sumber :http://almanhaj.or.id/content/2272/slash/0/tahlilan-selamatan-kematian-adalah-bidah-munkar-dengan-ijma-para-shahabat-dan-seluruh-ulama-islam/