Senin, 23 Februari 2015

leak

B entuk Endih Leak

Leak merupakan suatu ilmu kuno yang diwariskan oleh leluhur Hindu di Bali.

Pada zaman sekarang ini orang bertanya-tanya apa betul leak itu ada?, apa betul leak itu menyakiti?

Secara umum leak itu tidak menyakiti, leak itu proses ilmu yang cukup bagus bagi yang berminat.

Karena ilmu leak juga mempunyai etika-etika tersendiri.

Filosofi Leak Ngendih di Bali Tidak gampang mempelajari ilmu leak.

Dibutuhkan kemampuan yang prima untuk mempelajari ilmu leak.

Di masyarakat sering kali leak dicap menyakiti bahkan bisa membunuh manusia, padahal tidak seperti itu.

Ilmu leak juga sama dengan ilmu yang lainnya yang terdapat dalam lontar-lontar kuno Bali.

Dulu ilmu leak tidak sembarangan orang mempelajari, karena ilmu leak merupakan ilmu yang cukup rahasia sebagai pertahanan serangan dari musuh.

Orang Bali Kuno yang mempelajari ilmu ini adalah para petinggi-petinggi raja disertai dengan bawahannya.

Tujuannya untuk sebagai ilmu pertahanan dari musuh terutama serangan dari luar.

Orang-orang yang mempelajari ilmu ini memilih tempat yang cukup rahasia, karena ilmu leak ini memang rahasia.

Jadi tidak sembarangan orang yang mempelajari.

Namun zaman telah berubah otomatis ilmu ini juga mengalami perubahan sesuai dengan zamannya.

Namun esensinya sama dalam penerapan.
Yang jelas ilmu leak tidak menyakiti.

Yang menyakiti itu ilmu teluh atau nerangjana, inilah ilmu yang bersifat negatif, khusus untuk menyakiti orang karena beberapa hal seperti balas dendam, iri hati, ingin lebih unggul, ilmu inilah yang disebut pengiwa.

Ilmu pengiwa inilah yang banyak berkembang di kalangan masyarakat seringkali dicap sebagai ilmu leak.

Seperti yang dikatakan diatas leak itu memang ada sesuai dengan tingkatan ilmunya termasuk dengan endih leak.

Endih leak ini biasanya muncul pada saat mereka lagi latihan atau lagi bercengkrama dengan leak lainnya baik sejenis maupun lawan jenis.

Munculnya endih itu pada saat malam hari khususnya tengah malam.

Harinya pun hari tertentu tidak sembarangan orang menjalankan untuk melakukan ilmu tersebut.

Mengapa ditempat angker?

Ini sesuai dengan ilmu leak dimana orang yang mempelajari ilmu ini harus di tempat yang sepi, biasanya di kuburan atau di tempat sepi.

Endih ini bisa berupa fisik atau jnananya (rohnya) sendiri, karena ilmu ini tidak bisa disamaratakan bagi yang mempelajarinya.

Untuk yang baru-baru belajar, endih itu adalah lidahnya sendiri dengan menggunakan mantra atau dengan sarana.

Dalam menjalankan ilmu ini dibutuhkan sedikit upacara.

Sedangkan yang melalui jnananya (rohnya), pelaku menggunakan sukma atau intisari jiwa ilmu leak.

Sehingga kelihatan seperti endih leak, padahal ia diam di rumahnya. Yang berjalan hanya jiwa atau suksma sendiri.

Bentuk endih leak ini beraneka ragam sesuai dengan tingkatannya.

Ada seperti bola, kurungan ayam, tergantung pakem (etika yang dipakai).

Ilmu ini juga memegang etika yang harus dipatuhi oleh penganutnya.

Filosofi Leak Ngendih di Bali Endih leak ini tidak sama dengan sinar penerangan lainnya, kalau endih leak ini biasanya tergantung dari yang melihatnya.

Kalau yang pernah melihatnya, endih berjalan sesuai dengan arah mata angin, endih ini kelap-kelip tidak seperti penerangan lainnya hanya diam.

Warnanya pun berbeda, kalau endih leak itu melebihi dari satu warna dan endih itu berjalan sedangkan penerangan biasanya warna satu dan diam.

Karena endih leak ini memiliki sifat gelombang elektromagnetik mempunyai daya magnet.

Ilmu leak tidak menyakiti.

Orang yang kebetulan melihatnya tidak perlu waswas.

Bersikap sewajarnya saja.

Kalau takut melihat, ucapkanlah nama nama Tuhan.

Endih ini tidak menyebabkan panas.

Dan endih tidak bisa dipakai untuk memasak karena sifatnya beda.

Endih leak bersifat niskala, tidak bisa dijamah.

Leak Shoping di Kuburan

Pada dasarnya, ilmu leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut leak.

Yang ada adalah “liya, ak” yang berarti lima aksara (memasukan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu).

Filosofi Leak Ngendih di Bali Lima aksara tersebut adalah Si, Wa, Ya, Na, Ma.
- Si adalah mencerminkan Tuhan
- Wa adalah anugrah
- Ya adalah jiwa
- Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan
- Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa

Kekuatan aksara ini disebut panca gni (lima api). Manusia yang mempelajari kerohanian apa saja, apabila mencapai puncaknya dia pasti akan mengeluarkan cahaya (aura).

Cahaya ini keluar melalui lima pintu indria tubuh yakni telinga, mata, mulut, ubun-ubun, serta kemaluan.

Pada umumnya cahaya itu keluar lewat mata dan mulut. Sehingga apabila kita melihat orang di kuburan atau tempat sepi, api seolah-olah membakar rambut orang tersebut.

Pada prinsipnya, ilmu leak tidak mempelajari bagaimana cara menyakiti seseorang. Yang dipelajari adalah bagaimana mendapatkan sensasi ketika bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut.

Ketika sensasi itu datang, maka orang itu bisa jalan-jalan keluar tubuhnya melalui ngelekas atau ngerogo sukmo. Kata ngelekas artinya kontaksi batin agar badan astra kita bisa keluar. Ini pula alasannya orang ngeleak.

Apabila sedang mempersiapkan puja batinnya disebut angeregep pengelekasan. Sampai di sini roh kita bisa jalan-jalan dalam bentuk cahaya yang umum disebut endih.

Bola cahaya melesat dengan cepat. Endih ini adalah bagian dari badan astral manusia (badan ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu)

Di sini pelaku bisa menikmati keindahan malam dalam dimensi batin yang lain. Jangan salah, dalam dunia pengeleakan ada kode etiknya.

Sebab tidak semua orang bisa melihat endih. Juga tidak sembarangan berani keluar dari tubuh kasar kalau tidak ada kepentingan mendesak.

Peraturan yang lain juga ada seperti tidak boleh masuk atau dekat dengan orang mati. Orang ngeleak hanya shoping-nya di kuburan (pemuwunan).

Apabila ada mayat baru, anggota leak wajib datang ke kuburan untuk memberikan doa agar rohnya mendapat tempat yang baik sesuai karmanya.

Begini bunyi doa leak memberikan berkat : ong, gni brahma anglebur panca maha butha, anglukat sarining merta. mulihankene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahatama. ong rang sah, prete namah.

Sambil membawa kelapa gading untuk dipercikan sebagai tirta. Nah, di sinilah ada perbedaan pandangan bagi orang awam. Dikatakan bahwa leak ke kuburan memakan mayat, atau meningkatkan ilmu.

Kenapa harus di kuburan? Paham leak adalah apa pun status dirimu menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan.

Tradisi sebagian orang di India tidak ada tempat tersuci selain di kuburan. Kenapa demikian?

Di tempat inilah para roh berkumpul dalam pergolakan spirit.

Di Bali kuburan dikatakan keramat, karena sering muncul hal-hal yang menyeramkan. Ini disebabkan karena kita jarang membuka lontar tatwaning ulun setra.

Sehingga kita tidak tahu sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa.

Sang Buda Kecapi, Mpu Kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu Bradah, semua mendapat pencerahan di kuburan.

Di Jawa tradisi ini disebut tirakat.

Leak juga mempunyai keterbatasan tergantung dari tingkatan rohani yang dipelajari. Ada tujuh tingkatan leak.

Leak barak (brahma).

Leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api. Leak bulan, leak pemamoran, leak bunga, leak sari, leak cemeng rangdu, leak siwa klakah.

Leak siwa klakah inilah yang tertinggi. Sebab dari ketujuh cakranya mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak batinnya.

Filosofi Leak Ngendih di Bali Setiap tingkat mempunyai kekuatan tertentu. Di sinilah penganut leak sering kecele, ketika emosinya labil.

Ilmu tersebut bisa membabi buta atau bumerang bagi dirinya sendiri. Hal inilah membuat rusaknya nama perguruan.

Sama halnya seperti pistol, salah pakai berbahaya. Makanya, kestabilan emosi sangat penting, dan disini sang guru sangat ketat sekali dalam memberikan pelajaran.

Selama ini leak dijadikan kambing hitam sebagai biang ketakutan serta sumber penyakit, atau aji ugig bagi sebagian orang.

Padahal ada aliran yang memang spesial mempelajari ilmu hitam disebut penestian. Ilmu ini memang dirancang bagaimana membikin celaka, sakit, dengan kekuatan batin hitam.

Ada pun caranya adalah dengan memancing kesalahan orang lain sehingga emosi. Setelah emosi barulah dia bereaksi.

Emosi itu dijadikan pukulan balik bagi penestian. Ajaran penestian menggunakan ajian-ajian tertentu, seperti aji gni salembang, aji dungkul, aji sirep, aji penangkeb, aji pengenduh, aji teluh teranjana. Ini disebut pengiwa (tangan kiri).

Kenapa tangan kiri, sebab setiap menarik kekuatan selalu memasukan energi dari belahan badan kiri.

Pengiwa banyak menggunakan rajah-rajah (tulisan mistik). Juga pintar membuat sakit dari jarak jauh, dan dijamin tidak bisa dirontgent di lab.

Yang paling canggih adalah cetik (racun mistik). Aliran ini bertentangan dengan pengeleakan. Apabila perang, beginilah bunyi mantranya, ong siwa gandu angimpus leak, siwa sumedang anundung leak, mapan aku mapawakan segara gni…bla…bla.

Ilmu Leak ini sampai saat ini masih berkembang karena pewarisnya masih ada, sebagai pelestarian budaya Hindu di Bali dan apabila ingin menyaksikan leak ngendih datanglah pada hari Kajeng Kliwon Enjitan di Kuburan pada saat tengah malam.


sumber : http://www.parissweethome.com/bali/cultural_my.php?id=10

upacara ngaben

Bali merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki penduduk terbanyak pemeluk agama hindu, degan kepemelukan agama hindu ini penduduk bali memiliki kpercayaan layaknya pemeluk hindu pada umumnya yang memilki kepercayaan terhadap roh. Menurut masyaratakat ini setelah sesorang meninggal, rohnya tetap hidup untuk itu mereka mempunyai upacara yang khas dalam penyelenggaraan jazad seseorang yang berpulang yang disebut Pitra Yajna dimana rangkaian dari upacara ini biasa dikenal dengan Istilah Ngaben / Palebon / Pralina dll, dan disesuaikan dengan tingkat dan kedudukan seseorang yang bernilai “Desa-Kala-Patra-Nista-Madya-Utama”.

    Ngaben secara umum didefinisikan sebagai upacara pembakaran mayat, kendatipun dari asal-usul etimologi, itu kurang tepat, sebab ada tradisi ngaben yang tidak melalui pembakaran mayat. Ngaben sesungguhnya berasal dari kata beya artinya biaya atau bekal, kata beya ini dalam kalimat aktif (melakukan pekerjaan) menjadi meyanin. Kata meyanin sudah menjadi bahasa baku untuk menyebutkan upacara sawa wadhana. Boleh juga disebut Ngabeyain. Kata ini kemudian diucapkan dengan pendek, menjadi ngaben. Ngaben atau meyanin dalam istilah baku lainnya yang disebut-sebut dalam lontar adalah atiwa-atiwa. Kata atiwa inipun belum dapat dicari asal usulnya kemungkinan berasal dari bahasa asli Nusantara (Austronesia), mengingat upacara sejenis ini juga kita jumpai pada suku dayak, di kalimantan yang disebut tiwah. Demikian juga di Batak kita dengar dengan sebutan tibal untuk menyebutkan upacara setelah kematian itu. 
       Upacara ngaben atau meyanin, atau juga atiwa-atiwa, untuk umat Hindu di pegunungan Tengger dikenal dengan nama entas-entas. Kata entas mengingatkan kita pada upacara pokok ngaben di Bali. Yakni Tirta pangentas yang berfungsi untuk memutuskan hubungan kecintaan sang atma (roh) dengan badan jasmaninya dan mengantarkan atma ke alam pitara. Dalam bahasa lain di Bali, yang berkonotasi halus, ngaben itu disebut Palebon yang berasal dari kata lebu yang artinya prathiwi atau tanah. Dengan demikian Palebon berarti menjadikan prathiwi (abu). Untuk menjadikan tanah itu ada dua cara yaitu dengan cara membakar dan menanamkan kedalam tanah. Namun cara membakar adalah yang paling cepat.Tempat untuk memproses menjadi tanah disebut pemasmian dan arealnya disebut tunon. Tunon berasal dari kata tunu yang berarti membakar. Sedangkan pemasmian berasal dari kata basmi yang berarti hancur. Tunon lain katanya adalah setra atau sema. Setra artinya tegal sedangkan sema berasal dari kata smasana yang berarti Durga. Dewi Durga yang beristana di Tunon ini. 
      Diantara pendapat diatas, ada satu pendapat lagi yang terkait dengan pertanyaan itu. Bahwa kata Ngaben itu berasal dari kata “api”. Kata api mendapat prefiks “ng” menjadi “ngapi” dan mendapat sufiks “an” menjadi “ngapian” yang setelah mengalami proses sandi menjadi “ngapen”. Dan karena terjadi perubahan fonem “p” menjadi “b” menurut hukum perubahan bunyi “b-p-m-w” lalu menjadi “ngaben”. Dengan demikian kata Ngaben berarti “menuju api”. 
      Secara garis besarnya Ngaben itu dimaksudkan adalah untuk memproses kembalinya Panca Mahabhuta di alam besar ini dan mengantarkan Atma (Roh) kealam Pitra dengan memutuskan keterikatannya dengan badan duniawi itu. Dengan memutuskan kecintaan Atma (Roh) dengan dunianya, Ia akan dapat kembali pada alamnya, yakni alam Pitra. Kemudian yang menjadi tujuan upacara ngaben adalah agar ragha sarira (badan / Tubuh) cepat dapat kembali kepada asalnya, yaitu Panca Maha Bhuta di alam ini dan Atma dapat selamat dapat pergi ke alam pitra. Oleh karenanya ngaben tidak bisa ditunda-tunda, mestinya begitu meninggal segera harus diaben. Agama Hindu di India sudah menerapkan cara ini sejak dulu kala, dimana dalam waktu yang singkat sudah diaben, tidak ada upacara yang menjelimet, hanya perlu Pancaka tempat pembakaran, kayu-kayu harum sebagai kayu apinya dan tampak mantram-mantram atau kidung yang terus mengalun. Agama Hindu di Bali juga pada prinsipnya mengikuti cara-cara ini. Cuma saja masih memberikan alternatif untuk menunggu sementara, mungkin dimaksudkan untuk berkumpulnya para sanak keluarga, menunggu dewasa (hari baik) menurut sasih dll, tetapi tidak boleh lewat dari setahun. Tetapi sebenarnya dengan mengambil jenis ngaben sederhana yang telah ditetapkan dalam Lontar, sesungguhnya ngaben akan dapat dilaksanakan oleh siapapun dan dalam keadaan bagaimana juga. Yang penting tujuan utama upacara ngaben dapat terlaksana. Sementara menunggu waktu setahun untuk diaben, sawa (jenasah / jasad / badan kasar orang yang sudah meninggal) harus dipendhem (dikubur) di setra (kuburan). Untuk tidak menimbulkan sesuatu hal yang tidak diinginkan, sawa pun dibuatkan upacara-upacara tirta pengentas. Dan proses pengembalian Panca Maha Bhuta terutama Unsur Prthiwinya akan berjalan dalam upacara mependhem ini. Ngaben selalu berkonotasi pemborosan, karena tanpa biaya besar kerap tidak bisa ngaben. Dari sini muncul pendapat yang sudah tentu tidak benar yaitu : Ngaben berasal dari kata Ngabehin, artinya berlebihan. Jadi tanpa mempunyai dana berlebihan, orang tidak akan berani ngaben. Anggapan keliru ini kemudian mentradisi. Akhirnya banyak umat Hindu yang tidak bisa ngaben, lantaran biaya yang terbatas. Akibatnya leluhurnya bertahun-tahun dikubur. Hal ini sangat bertentangan dengan konsep dasar dari upacara ngaben itu.   
      Dari beberapa penelusuran terhadap berbagai lontar di Bali, ngaben ternyata tidak selalu besar. Ada beberapa jenis ngaben yang justru sangat sederhana. Ngaben-ngaben jenis ini antara lain Mitrayadnya, Pranawa dan Swasta. Namun demikian, terdapat juga berbagai jenis upacara yang tergolong besar, seperti sawa prateka dan sawa wedhana. Berikut Jenis – jenis Ngaben Sederhana 
Mendhem Sawa 
Mendhem sawa berarti penguburan mayat. Di muka dijelaskan bahwa ngaben di Bali masih diberikan kesempatan untuk ditunda sementara, dengan alasan berbagai hal seperti yang telah diuraikan. Namun diluar itu masih ada alasan yang bersifat filosofis lagi, yang didalam naskah lontar belum diketemukan. Mungkin saja alasan ini dikarang yang dikaitkan dengan landasan atau latar belakang filosofis adanya kehidupan ini. Alasannya adalah agar ragha sarira yang berasal dari unsur prthiwi sementara dapat merunduk pada prthiwi dulu. Yang secara ethis dilukiskan agar mereka dapat mencium bunda prthiwi. Namun perlu diingatkan bahwa pada prinsipnya setiap orang mati harus segera di aben. Bagi mereka yang masih memerlukan waktu menunggu sementara maka sawa (jenasah) itu harus di pendhem (dikubur) dulu. Dititipkan pada Dewi penghuluning Setra (Dewi Durga). 
Ngaben Mitra Yajna 
Ngaben Mitra Yajna Berasal dari kata Pitra dan Yajna. Pitra artinya leluhur, yajna berarti korban suci. Istilah ini dipakai untuk menyebutkan jenis ngaben yang diajarkan pada Lontar Yama Purwana Tattwa, karena tidak disebutkan namanya yang pasti. Ngaben itu menurut ucap lontar Yama Purwana Tattwa merupakan Sabda Bhatara Yama. Dalam warah-warah itu tidak disebutkan nama jenis ngaben ini. Untuk membedakan dengan jenis ngaben sedehana lainnya, maka ngaben ini diberi nama Mitra Yajna. Pelaksanaan Atiwa-atiwa / pembakaran mayat ditetapkan menurut ketentuan dalam Yama Purwana Tattwa, terutama mengenai upakara dan dilaksanakan di dalam tujuh hari dengan tidak memilih dewasa (hari baik).
Pranawa Pranawa 
Pranawa Pranawa adalah aksara Om Kara. Adalah nama jenis ngaben yang mempergunakan huruf suci sebagai simbol sawa. Dimana pada mayat yang telah dikubur tiga hari sebelum pengabenan diadakan upacara Ngeplugin atau Ngulapin. Pejati dan pengulapan di Jaba Pura Dalem dengan sarana bebanten untuk pejati. Ketika hari pengabenan jemek dan tulangnya dipersatukan pada pemasmian. Tulangnya dibawah jemeknya diatas. Kemudian berlaku ketentuan seperti amranawa sawa yang baru meninggal. Ngasti sampai ngirim juga sama dengan ketentuan ngaben amranawa sawa baru meninggal, seperti yang telah diuraikan. 
Pranawa Bhuanakosa 
Pranawa Bhuanakosa merupakan ajaran Dewa Brahma kepada Rsi Brghu. Dimana Ngaben Sawa Bhuanakosa bagi orang yang baru meninggal walaupun pernah ditanam, disetra. Kalau mau mengupakarai sebagai jalan dengan Bhuanakosa Prana Wa. 
Swasta  
Swasta artinya lenyap atau hilang. Adalah nama jenis ngaben yang sawanya (mayatnya) tidak ada (tan kneng hinulatan), tidak dapat dilihat, meninggal didaerah kejauhan, lama di setra, dan lain-lainnya, semuanya dapat dilakukan dengan ngaben jenis swasta. Walaupun orang hina, biasa, dan uttama sebagai badan (sarira) orang yang mati disimbolkan dengan Dyun (tempayan) sebagai kulit, benang 12 iler sebagai otot, air sebagai daging, balung cendana 18 potong. Pranawa sebagai suara, ambengan (jerami) sebagai pikiran, Recafana sebagai urat, ongkara sebagai lingga hidup. Tiga hari sebelum pengabenan diadakan upacara ngulapin, bagi yang meninggal di kejauhan yang tidak diketahui dimana tempatnya, upacara pengulapan, dapat dilakukan diperempatan jalan. Dan bagi yang lama di pendhem yang tidak dapat diketahui bekasnya pengulapan dapat dilakukan di Jaba Pura Dalem. 
Secara umum rangkaian pelaksanaan ritual upacara adat ngaben ini sebagai berikut : 
  1. Ngulapin, Ngulapin bermakna sebagai upacara untuk memanggil Sang Atma. Upacara ini juga dilaksanakan apabila yang bersangkutan meninggal di luar rumah yang bersangkutan (misalnya di Rumah Sakit, dll). Upacara ini dilaksanakan berbeda sesuai dengan tata cara dan tradisi setempat, ada yang melaksanakan di perempatan jalan, pertigaan jalan, dan kuburan setempat. 
  2. Nyiramin/Ngemandusin, Merupakan upacara memandikan dan membersihkan jenazah, upacara ini biasa dilakukan dihalaman rumah keluarga yangbersangkutan (natah). Pada prosesi ini juga disertai dengan pemberian simbol-simbol seperti bunga melati di rongga hidung, belahan kaca di atas mata, daun intaran di alis, dan perlengkapan lainnya dengan tujuan mengembalikan kembali fungsi-fungsi dari bagian tubuh yang tidak digunakan ke asalnya, serta apabila roh mendiang mengalami reinkarnasi kembali agar dianugrahi badan yang lengkap (tidak cacat). 
  3. Ngajum Kajang, Kajang adalah selembar kertas putih yang ditulisi dengan aksara-aksara magis oleh pemangku, pendeta atau tetua adat setempat. Setelah selesai ditulis maka para kerabat dan keturunan dari yang bersangkutan akan melaksanakan upacara ngajum kajang dengan cara menekan kajang itu sebanyak 3x, sebagai simbol kemantapan hati para kerabat melepas kepergian mendiang dan menyatukan hati para kerabat sehingga mendiang dapat dengan cepat melakukan perjalanannya ke alam selanjutnya. 
  4. Ngaskara, Ngaskara bermakna penyucian roh mendiang. Penyucian ini dilakukan dengan tujuan agar roh yang bersangkutan dapat bersatu dengan Tuhan dan bisa menjadi pembimbing kerabatnya yang masih hidup di dunia. 
  5. Mameras, Mameras berasal dari kata peras yang artinya berhasil, sukses, atau selesai. Upacara ini dilaksanakan apabila mendiang sudah memiliki cucu, karena menurut keyakinan cucu tersebutlah yang akan menuntun jalannya mendiang melalui doa dan karma baik yang mereka lakukan. 
  6. Papegatan, Papegatan berasal dari kata pegat, yang artinya putus, makna upacara ini adalah untuk memutuskan hubungan duniawi dan cinta dari kerabat mendiang, sebab kedua hal tersebut akan menghalangi perjalan sang roh menuju Tuhan. Dengan upacara ini pihak keluarga berarti telah secara ikhlas melepas kepergian mendiang ke tempat yang lebih baik. Sarana dari upacara ini adalah sesaji (banten) yang disusun pada sebuah lesung batu dan diatasnya diisi dua cabang pohon dadap yang dibentuk seperti gawang dan dibentangkan benang putih pada kedua cabang pohon tersebut. Nantinya benang ini akan diterebos oleh kerabat dan pengusung jenazah sebelum keluar rumah hingga putus. 
  7. Pakiriman Ngutang, Setelah upacara papegatan maka akan dilanjutkan dengan pakiriminan ke kuburan setempat, jenazah beserta kajangnya kemudian dinaikan ke atas Bade/Wadah, yaitu menara pengusung jenazah (hal ini tidak mutlak harus ada, dapat diganti dengan keranda biasa yang disebut Pepaga). Dari rumah yang bersangkutan anggota masyarakat akan mengusung semua perlengkapan upacara beserta jenazah diiringi oleh suara Baleganjur (gong khas Bali) yang bertalu-talu dan bersemangat, atau suara angklung yang terkesan sedih. Di perjalan menuju kuburan jenazah ini akan diarak berputar 3x berlawanan arah jarum jam yang bermakna sebagai simbol mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta ke tempatnya masing-masing. Selain itu perputaran ini juga bermakna: Berputar 3x di depan rumah mendiang sebagai simbol perpisahan dengan sanak keluarga. Berputar 3x di perempatan dan pertigaan desa sebagai simbol perpisahan dengan lingkungan masyarakat. Berputar 3x di muka kuburan sebagai simbol perpisahan dengan dunia ini. 
  8. Ngeseng, Ngeseng adalah upacara pembakaran jenazah tersebut, jenazah dibaringkan di tempat yang telah disediakan , disertai sesaji dan banten dengan makna filosofis sendiri, kemudian diperciki oleh pendeta yang memimpin upacara dengan Tirta Pangentas yang bertindak sebagai api abstrak diiringi dengan Puja Mantra dari pendeta, setelah selesai kemudian barulah jenazah dibakar hingga hangus, tulang-tulang hasil pembakaran kemudian digilas dan dirangkai lagi dalam buah kelapa gading yang telah dikeluarkan airnya. 
  9. Nganyud, Nganyud bermakna sebagai ritual untuk menghanyutkan segala kekotoran yang masih tertinggal dalam roh mendiang dengan simbolisasi berupa menghanyutkan abu jenazah. Upacara ini biasanya dilaksakan di laut, atau sungai. 
  10. Makelud, Makelud biasanya dilaksanakan 12 hari setelah upacara pembakaran jenazah. Makna upacara makelud ini adalah membersihkan dan menyucikan kembali lingkungan keluarga akibat kesedihan yang melanda keluarga yang ditinggalkan. Filosofis 12 hari kesedihan ini diambil dari Wiracarita Mahabharata, saat Sang Pandawa mengalami masa hukuman 12 tahun di tengah hutan Demikian informasi tentang Upacara Adat Ngaben dari Pulau Dewata bali, mari kita kenali dan lestarikan budaya bangsa kita sebagai wujud cinta tanah air. Semoga bermanfaat. 

sumber :http://www.budayaindonesia.net/2014/02/Upacara-Adat-Ngaben-Bali.html

bagian internet explorer

Web Browser pada Internet Explorer
1. Title Window, adalah baris judul alamat internet yang terbuka dan selalu diikuti nama program Internet Explorer. 2. Menu adalah baris yang berisi perintah-perintah untuk pengoperasian Internet Explorer. 3. Standard Buttons, adalah baris yang berisi tombol-tombol standar pengoperasian Internet 4. ExpAddress Bar, adalah baris untuk tempat mengisi teks alamat internet yang ingin dikunjungi. Di ujung kanannya terdapat tombol Go, untuk mulai memproses permintaan alamat internet. 5. Links, adalah baris penghubung ke alamat internet secara cepat tanpa mengetik alamatnya, yang dapat ditambah atau dikurangi. 6. Workspace, adalah area kerja atau isi dari alamat internet yang tampil atau sedang diproses berdasarkan permintaan. 7. Status Bar, adalah baris informasi status link alamat internet yang tampil atau terbuka dalam Workspace Bagian-bagian main menu yang tersedia pada mocrosoft internet explorer adalah : a. Menu file merupakan fungsi perintah pengendali aplikasi Internet Explorer. Di mana perintah yang disajikan melalui menu file merupakan perintah utama.  New, digunakan untuk melakukan aktifitas baru pada aplikasi Internet Explorer. Pada menu ini terdapat beberapa submenu seperti : Window, Message, Post, Contact, Internet Call.  Open, untuk membuka dokumen atau file di hard disk atau mengakses alamat tertentu dari internet.  Edit, untuk menampilkan halaman ke progran editor yang dapat mengedit file HTML, seperti Front Page dan Word.  Save, untuk menyimpan perubahan yang telah dilakukan pada konfigurasi dari internet explorer.  Save As, untuk menyimpan dokumen yang aktif menjadi file dengan format HTML atau TXT.  Page Setup, untuk mengubah ukuran kertas, header dan footer, orientasi percetakan, serta margin halaman dari dokumen aktif yang hendak dicetak.  Print, untuk mencetak dokumen yang aktif ke printer.  Print Preview, untuk menampilkan hasil cetakan pada layar komputer.  Send, untuk mengirim link atau halaman aktif melalui e-mail dan membuat shortcut untuk alamat dari dokumen yag aktif.  Import and export, untuk mengekspor dan mengimpor file di folder favorites dan bookmark dari dan ke internet explorer.  Properties, untuk menampilkan informasi mengenai dokumen yang aktif saat itu.  Work Offline, untuk menampilkan halaman web tanpa terhubung ke internet (tanpa mendownloadnya).  Close, untuk keluar dari internet Explorer. b.Menu edit terbagi dalam 5 submenu yang berfungsi untuk mengedit atau menanipulasi data dan informasi yang terdapat pada halaman yang sedang aktif. Submenu tersebut adalah sebagai berikut:  Cut untuk menghilangkan bagian terpilih pada dokumen yang aktif dan menyalinnya ke clipboard.  Copy, untuk mengopi atau menyalin bagian yang dipilih dari dokumen atau file yang aktif dan menyalinnya ke clipboard.  Paste, untuk menyisipkan data yang terdspst dslsm clipboard ke dalam dokumen yang aktif pada posisi kursor.  Select All, untuk memeilih maupun menandai seluruh isi dokumen yang aktif saat ini.  Find (on this page), untuk mencari dan menemukan suatu kata atau kalimat yang terdapat dalam dokumen yang aktif. c. Menu view terbagi dalam submenu-submenu yang berfungsi untuk melakukan manipulasi tampilanyang terlihat dilayar komputer, yaitu:  Toolbar untuk menampilkan atau menyembunyikan toolbar pada halaman internet explorer yang tanpak di layar monitor.  Status Bar, untuk menampilkan atau menghilangkan bari status pada halaman internet explorer yang tampak dilayar monitor.  Explorer Bar, untuk menampilkan atau menyembunyikan explorer bar.  Go to, untuk menampilkan halaman sebelumnya, berikutnya, atau ke alamat yang sudah pernah diakses sebelumnya.  Stop, untuk menghentikan proses penampilan suatu halaman web yang sedang kita akses.  Refresh, untuk menampilkan atau memproses kembali isi halaman web yang sedang aktif untuk memperbarui isinya.  Text Size, untuk mengubah ukuran text atau hurut teks menjai lebib kecil, sedang dan lebih besar dari dokumen yang sedang kita aktifkan.  Encoding, untuk menentukan bahasa yang digunakan pada halaman web yang sedang kita aktifkan.  Source, untuk menampilkan bentuk asli atau format asli pada halaman yang sedang aktif.  Privacy Report, untuk menampilkan kotak dialog privacy report yang berisi informasi tentang halaman web yang sudah dibuka.  Full Screen, untuk menampilkan jendela internet explorer satu layar penuh tanpa baris judul, baris status, dan baris menu. d. Menu favorites memiliki beberapa submenu yan berfungsi untuk menyimpan alamat suatu homepage yang kita inginkan ke hard disk dan mengaturnya sesuai keinginan kita.  Add to Favorites, untuk menyimpan alamat suatu web atau homepage yang kita inginkanke dalam folder favorites untuk diakses kembali pada waktu lain.  Organize Favorites, untuk mengatu alamat web atau homepage yang terdapat dalam folder favorites agar lebih rapi dan mudah mengaksesnya kembali.  Item Lain, selain kedua submenu diatas, bagian ini berisi alamat yang pernah kita simpan dalam folder favorites. e. Menu tools terdiri dari submenu yang berfungsi untuk mengakses Outlook Express, melakukan sinkronisasi semua isi data yang bisa ditampilkan secara offline, meng-update komonen Windows dari internet, dsb.  Mail and News untuk menampilkan atau mengaktifkan fasilitas e-mail atau newsgroup, dan memanfaaatkan fasilitas e-mail untuk mengirim link atau halaman melalui e-mail. Submenu ini terdiri dari Read Mail, New Message, Send a Link, Send Page, dan Read News.  Syncronize, untuk menyinkronkan atau mengupdate isi data yang dapat diakses secara offline.  Windows Update, untuk mengakses homepage yang berisi kopmonen windows yang baru maupun yang perlu di-update dari internet.  Internet Options, untuk menampilkan kotak dialog internet options yang digunakan untk mengautr setting cara kerja dari internet explorer, seperti tampilan awal, cara koneksi, dan sebagainya. f. Menu help terbagi dalam beberapa submenu yang berfungsi untuk membantu kita dalam memecahkan suatu masalah saat menjalankan internet explorer. Submenu tersebut yaitu:  Contents and Index, untuk menampilkan jendela bantuan internet explorer.  Tip of The Day, untuk menampilkan informasi petunjuk mauoun tip yang berkaitan dengan internet explorer.  For Netscape User, untuk menampilkan informasi yang berguna bagi pengguna browser Netscape dalam memakai internet explorer.  Online Support, untuk memperoleh informasi tentang dukungan atau bantuan secara online dari microsoft.  Send Feedback, berisi form untuk memberikan tanggapan tentang internet explorer pada Microsoft.  About Internet Explorer, untuk menampilkan informasi yang berkaitan dengan internet explorer. Kegunaan Tombol Standard Buttons
1. Back ; Mundur ke halaman sebelumnya yang pernah di akses 2. Foward ; Maju ke halaman berikutnya yang pernah di akses atau sebelum mundur 3. Stop ; Menghentikan proses loading 4. Refresh ; Memperbaiki/ memperbaharui loading 5. Home ; Kembali ke halaman yang di devinisikan oleh internet explorer 6. Search ; Menampilkan modus/ perintah pencarian 7. Favorites ; Menampilkan jendela favorit yang akan digunakan untuk mengorganisasi situs-situs yang sering digunakan 8. Histori ; Melihat perkembangan / alur penjelajahan yang dilakukan 9. Mail ; Menampilkan jendela berkaitan dengan e-mail 10. Print ; Mencetak halaman website ke dalam printer 11. Edit ; Mengubah halaman wabsite 12. Discuss ; Menampilkan/ menyembunyikan indikator topik pada website 13. Research ; Mengadakan research/ pencarian terhadap suatu topik 14. Media ; Menampilkan jendela windows media player, radio, vidio Web Browser pada Mozilla Firefox
 Minimize : Untuk memperkecil halaman awal Mozilla Firefox  Restore : Untuk mengembalikan ukuran halaman awal Mozilla Firefox ke ukuran semula  Close : Untuk menutup halaman awal Mozilla Firefox  Back : Untuk kembali ke halaman sebelumnya  Forward : Untuk membatalkan pembatalan perintah halaman sebelumnya  Refresh : Untuk mengulang memuat halaman  Stop : Untuk menghentikan proses memuat halaman  Home : Untuk kembali ke home page yang pertama (tampilan awal)  Address : Space untuk menuliskan alamat web site  Open a New Tab : Untuk membuka tab baru  Bookmark this page : Untuk membookmark halaman  Search : Space untuk menuliskan nama file yang akan dicari  Search Engine : Space untuk menuliskan nama file yang akan dicari  Show Hidden Icon : Untuk menampilkan icon yang tersembunyi  Title Bar : Untuk nama judul halaman yang sedang dibuka  Menu Bar : Untuk menampilkan beberapa menu untuk membantu memudahkan mengoperasikan Mozilla Firefox  Taskbar : Untuk menampilkan menu start, icon-icon, dll  Start : Untuk menamilkan beberapa icon yang ingin digunakan  Navigation Toolbar : Untuk menampilkan tampilan navigation  Status Bar : Untuk menampilkan status halaman  Scroll Bar : Untuk menggulung lembar kerja keatas atau kebawah  Bookmarks Toolbar : Untuk menampilkan perintah-perintah Bookmarks  List All Tabs : Untuk menampilkan daftar tab yang dibuka Sumber : http://iserizal.blogspot.com/2010/07/web-browser-internet-explorer.html http://dini9h.blogspot.com/2011/02/materi-kelas-9-bagian-bagian-browser.html

0 komentar:

Poskan Komentar

ya'juj ma'juj

Nabi Muhammad tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan muka merah padam. Seperti diceritakan oleh Zainab binti Jahsy, saat terbangun itu, Nabi tiba-tiba berkata, “Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah. Sungguh kerusakan akan menimpa bangsa Arab akibat datangnya kejahatan yang telah dekat. Hari ini, sebuah lubang sebesar ini telah terbuka di dinding Ya’juj dan Ma’juj.” Ketika itu, Nabi membuat tanda lubang dengan ibu jari dan jari telunjuknya.

Legenda mengenai Ya’juj dan Ma’juj tak hanya dikenal di dalam ajaran Islam. Dalam ajaran Kristen dan Yahudi pun kisah mengenai se kelompok manusia yang bakal membuat kerusakan besar di muka Bumi itu juga diceritakan, lebih dikenal dengan nama Gog dan Magog. Adalah Zulkarnain, seorang raja besar pada masa lalu yang telah mengurung kaum Ya’juj dan Ma’juj di sebuah lembah di antara dua gunung tinggi (assaddain) dengan cara membangun tembok penghalang terbuat dari besi dan tembaga, seperti diceritakan dalam Alquran surah al-Kahfi ayat 93-97.

Lalu, dalam ayat selanjutnya, disebutkan bahwa suatu saat tembok itu akan runtuh dan kaum Ya’juj dan Ma’juj akan keluar. “Dan, pada hari itu (ketika tembok terbuka), kami biarkan mereka bercampur baur satu sama lain seperti gelombang.…” Dalam Alquran versi Departemen Agama, kalimat “pada hari itu” (yawma idhin) dari ayat ke-99 surah al-Kahfi ini diartikan sebagai hari kiamat. Namun, Dr Imran Nazar Hosein, cendekiawan Muslim kelahiran Trinidad dan Tobago 70 tahun silam punya pendapat lain atas ayat itu.

Karena ayat ke-98 menceritakan mengenai akan runtuhnya tembok penghalang Ya’juj dan Ma’juj maka lebih tepat bila kalimat pada hari itu ditafsirkan sebagai hari ketika tembok itu benar-benar runtuh. Hari ketika kaum perusak itu akhirnya bisa keluar dari lembah yang mengurung mereka dan kemudian bertebaran di seluruh penjuru Bumi seperti gelombang lautan dan kemudian bercampur baur dengan ras-ras manusia lainnya.

Ini dijelaskan juga dalam surah al-Anbiyaa ayat 96, dari terjemahan versi Departemen Agama. “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”

Pertanyaan utamanya, kapankah tembok Zulkarnain itu runtuh? Atau, lebih tepatnya, apakah kaum Ya’juj dan Ma’juj itu sudah keluar dan bertebaran untuk membuat kerusakan di muka Bumi? Kisah dari Zainab binti Jahzy, hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di atas dianggap Imran Hosein sebagai konfirmasi bahwa pada zaman Nabi Muhammad masih hidup tembok itu sudah mulai terbu ka. Artinya, dalam beberapa abad setelahnya, kemungkinan besar kaum Ya’juj dan Ma’juj sudah menemukan jalan keluar.

Dalam kisah sama yang diriwayatkan dalam sahih Bukhari, ada versi yang lebih panjang ketika Zainab binti Jahsy akhirnya bertanya kepada Nabi Muhammad. “Ya Rasulullah, apakah kita (bangsa Arab) akan dihancurkan walaupun masih ada orang beriman di antara kita?” Nabi menjawab, “Ya, ketika kemaksiatan merajalela.”

Pendapat Imran Hosein yang menulis beberapa buku mengenai hari akhir, terutama kajian takwil surah al-Kahfi, ini juga didasarkan pada belum ditemukannya bukti-bukti arkeologis apa pun mengenai tembok yang dibangun Zulkarnain. Saat ini, tak ada satu pun sudut Bumi yang belum pernah dijelajahi manusia atau luput dari intaian kamera satelit. Bila Ya’juj dan Ma’juj masih terkurung dalam lem bah maka seharusnya tembok buatan Zulkarnain itu masih kokoh menjulang dan mudah ditemukan. Bila sudah tak ada tanda- tanda keberadaan tembok besar di sebuah lembah curam maka ber arti tembok itu sudah runtuh dan menjadi tugas arkeolog untuk menemukan sisa-sisanya.

Ada pendapat sebagian mufasir yang mengatakan bahwa tembok itu dibangun di daerah Kaukasia, di antara dua lautan (Laut Hitam dan Laut Kaspia). Ini merupakan hasil penafsiran surah al-Kahfi ayat 86-90 berkenaan dengan perjalanan Zulkarnain yang bertemu dua perairan berwarna pekat di bagian barat dan timur dengan pen duduk yang bahasanya tak bisa dipahami. Wilayah dengan topografi penuh pegunungan tinggi dan lembah curam itu cocok dengan wilayah perbatasan antara Georgia dan Rusia, berada di barisan pegunungan Kakukasus antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, tepatnya di Gunung Kazbek dan lembah Sungai Terek, yang dikenal dengan nama Ngarai Darial.

Orang Persia menyebutnya Gerbang Alan. Ngarai Darial dikenal juga sebagai Gerbang Kaukasia atau Gerbang Kaspia. Orang Georgia me nyebutnya Ralani, Darialani. Ada yang menyebutnya Porte Cu mana dan Fortes Sarmatica. Lalu, bangsa Tartar menyebutnya Darioly. Sejak zaman dulu, Ngarai Darial dan juga Derbent Pass telah menjadi jalur perlintasan penting di Kaukasia bagi berbagai ekspedisi militer dari Persia, suku-suku Turki kuno, kekhalifahan Islam, sampai akhirnya dikuasai Rusia. Jalur ini menjadi penghubung rute dari utara ke selatan Kaukasia.

Yerusalem
Namun, Imran Hosein yang dikenal mendukung tafsir semantik atas Alquran itu juga menjelaskan bahwa tanda-tanda lepasnya Ya’juj dan Ma’juj juga telah dinubuatkan. Salah satu petunjuknya ada pada surah al-Anbiyaa ayat 95, “Sungguh tidak mungkin atas penduduk suatu negeri yang telah kami binasakan bahwa mereka tak akan kembali.” Lihat bahwa ayat ke-96 kemudian menyebut mengenai runtuhnya tem bok penghalang Ya’juj dan Ma’juj. Artinya, ada suatu kaum yang dulu menghuni sebuah negeri atau tempat dan tak bisa kembali lagi ke tempat asal mereka sampai akhirnya mereka bisa kembali lagi setelah tembok penghalang Ya’juj dan Ma’juj runtuh dan kaum perusak itu menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Di sini, Alquran dan Injil bersepakat bahwa ada satu kaum yang dahulu menghuni sebuah negeri dan kemudian dihancurkan dan mereka dilarang kembali lagi ke negeri itu. Negeri itu, dalam hal ini adalah sebuah kota bernama Yerusalem yang merupakan kampung halaman bangsa Yahudi. Dalam sejarahnya, Nebukadnezar penguasa Babilonia (Mesopotamia) pernah menghancurkan Kerajaan Yehuda dan mengusir kaum Yahudi keluar dari Yerusalem pada abad ke-6 SM sehingga mereka berdiaspora.

Kaisar Romawi Hadrian kemudian membangun kembali sebuah kota di dekat reruntuhan Yerusalem pada 70 M yang diberi nama Aelia Capitolina. Langkah Hadrian menempatkan patung-patung dewa dan kuil Romawi di bekas Yerusalem menimbulkan perlawanan kaum Yahudi yang masih tersisa di tem pat itu yang dikenal dengan na ma pemberontakan Bar Kokhba. Hadrian murka dengan pemberontakan itu. Bertekad membasmi Yudaisme di Yerusalem, Romawi kembali mengusir kaum Yahudi.



sumber :http://elangilman.blogspot.com/2012/09/yajuj-dan-majud-sudahkah-mereka-keluar.html

Cara Membuat Proposal Kegiatan dan Proposal Usaha

Cara Membuat Proposal Usaha

Secara umum dalam membuat proposal usaha harus mencakup hal-hal sebagai berikut

1. Uraian usaha - Mencakup tentang

  • Latar belakang perusahaan
  • Prospek perusahaan
  • Hambatan yang dihadapi
  • Pemecahan masalah usaha
2. Produk - Mencakup tentang

  • Bentuk
  • Jenis
  • Kegunaan
3. Lokasi
4. Pasar & Segmen pasar
5. Persaingan - Mencakup tentang

  • Jumlah pesaing yang dihadapi
  • Strategi yang digunakan dalam menghadapi pesaing
6. Laporan keuangan - mencakup tentang

  • Neraca
  • Laba & rugi
  • Sumber modal
7. Sumber daya Manusia

  • Jumlah karyawan
  • Latar belakang pendidikan karyawan
8. Anggaran

Cara Membuat Proposal Kegiatan

Sistematika penulisan dalam proposal kegiatan sebagai berikut
1. Pendahuluan - mencakup tentang latar belakang dilaksanakan kegiatan tersebut
2. Dasar pemikiran/landasan pemikiran dalam pelaksanaan kegiatan tersebut
3. Tujuan
4. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
5. Jenis kegiatan
  • Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut misalnya seminar, pelatihan, pementasan, diskusi dan lain-lain
  • Menjelaskan rangkain kegiatan jika terdapat lebih dari satu kegiatan
6. Sasaran/peserta - menjelaskan objek atau siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut
7. Waktu & tempat pelaksanaan
8. Anggaran dana - menjelaskan total pemasukan & pengeluaran yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut
9. Susunan panitia
10. Penutup

Berikut Ini Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik Untuk Menghadapi Ujian

Berikut Ini Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik Untuk Menghadapi Ujian

1. Belajar Kelompok
Bosan belajar sendirian? Coba saja belajar secara kelompok bareng teman. Belajar kelompok merupakan salah satu belajar yang baik dan efektif. Dengan belajar kelompok kegiatan belajar akan menjadi sangat menyenangkan karena ada temannya. Belajar secara kelompok sebaiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar bisa termotivasi dan ketularan pintar.
2. Coba Rajin Membuat Catatan Atau Intisari Dari Pelajaran
Setiap bab pelajaran selalu ada bagian-bagian yang penting. Nah bagian yang penting ini sebaiknya dibuat catatan di buku tersendiri. Cara belajar yang baik dengan merangkum bahan atau materi pelajaran juga sangat berguna saat menghadapi ujian.
3. Selalau Disiplin Dan Tekun Dalam Belajar
Yang penting di sini adalah kualitas belajarnya. Walaupun hanya 1-2 jam sehari tapi kalau di lakukan setiap hari pasti akan lebih baik dari pada belajar dalam waktu yang sangat lama pada waktu tertentu saja. Misalnya hanya belajar kalau ada ulangan atau ujian saja.
4. Bertanya Kalau Belum Paham
Biasanya saat guru selesai membahas satu mata pelajaran akan bertanya pada murid muridnya. Apakah sudah jelas? Jangan ragu dan takut untuk bertanya kalau memang kurang paham atau kurang mengerti.
5. Hindari Sukap Tidak Jujur
Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian. Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan dadakan dan tidak perlu mencontek. Bagaimana dengan tips cara belajar yang baik diatas mungkin masih belum bisa meningkatkan hasil belajar anda?
Cara Belajar Yang Baik Ini masih ada beberapa tips cara belajar yang baik efektif dan efisien dari blog UMY, silahkan disimak..

Tips Cara Belajar yang Baik

1. Ciptakan suasana yang kondusif
Dalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Cara ini merupakan salah satu cara belajar yang baik karena bagaimanapun jika ingin materi yang kamu pelajari itu bener-bener masuk ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar.
2. Lihat garis besarnya dahulu
Tips cara belajar yang baik dengan melihat garis besar materi. Jika membaca bahan pelajaran yang baru, jangan langsung menceburkan diri kedalamnya. Kamu bisa lebih meningkatkan pemahaman bila melihat sepintas garis besarnya. Lihatlah semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada. Jik membaca bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari setiap paragrafnya.
3. Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran
Tips cara belajar dengan teknik meringkas intisari dari pelajaran. Kalau kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah catatan kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran itu. Pada saat kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, bener kan? Itu akan membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu ditulis kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga bisa dibaca kapan dan dimanapun kamu berada. Tips Cara belajar yang baik bukan?
4. Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat
Cara Belajar Yang Baik dengan teknik kemampuan mengingat. Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan kamu hafal itu diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics) dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan menggunakan mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya.
5. Belajarlah dengan tekun dan rutin.
Tips cara belajar yang baik dan paling ampuh adalah dengan tekun dan rutin. Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan prestasi belajar, apabila kamu jarang belajar maupun  hanya belajar jika akan ada ulangan pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar yang baik seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal.

apa itu LSM ?

Indonesia adalah Negara berkembang yang sedang melaksanakan program pembangunan di segala bidang. Kelesuan ekonomi yang melanda dunia ditambah lagi dengan krisis moneter tahun 1997, membuat Indonesia semakin terpuruk khusunya pembangunan ekonomi. Pemerintah mengalami penurunan kemampuan dalam membiayai proyek pembangunan, sehingga banyak kegiatan pembangunan harus dikaji ulang atau bahkan terhenti sama sekali.
Di masa lalu sumber-sumber dana melimpah telah memungkinkan pemerintah untuk memainkan peranan sebagai pemrakarsa pembangunan. Melalui strategi pembangunan yang tersentralisasi, cenderung padat modal dan berorientasi pertumbuhan, pemerintah hendak merealisasi gagasan yang mendasari teori “penetesan ke bawah” (Trickle Down Effect).
Pada era 70-an, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) muncul dan memberi warna terhadap strategi pembangunan indonesia. LSM tampil sebagai penganjur pembangunan alternatif yang didasari keyakinan ‘bahwa masyarakat memiliki potensi”, terutama pada masyarakat miskin (baik di kota maupun di desa). LSM berusaha menggali potensi laten masyarakat ini, dengan strategi “grass roots” (akar rumput), yang pada masa lalu tidak tersentuh oleh strategi penetesan ke bawah.
Perkembangan selanjutnya menunjukkan tumbuh subur berdiri LSM dimana-mana, dimana hal ini mendapat pujian sekaligus kritikan. Di era reformasi, LSM turut berperan sebagai pengontrol kebijakan pemerintah, sebut saja seperti ICW (Indonesian Corruption Watch), GOWA (Government Watch), dan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia). LSM ini dengan jeli selalu mengkritisi segala kebijakan yang merugikan rakyat. Untuk melihat apa dan bagaimana sosok LSM sebenarnya, perkembangan dan kondisinya saat ini, akan dijelaskan melalui uraian berikut.
APA SEBENARNYA LSM ITU
Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Governmental Organization) NGOs merupakan organisasi yang bertujuan untuk mengembangkan pembangunan di tingkat Grassroots (akar rumput) masyarakat miskin, biasanya melalui penciptaan dan dukungan terhadap kelompok-kelompok swadaya local. Biasanya jumlah anggota kelompok ini berkisar diantara 20-50 anggota. Sasaran LSM adalah menjadikan kelompok-kelompok ini berswadaya setelah proyeknya berakhir.
Ralston mencatat bahwa LSM dapat memainkan peran dalam mendukung kelompok swadaya masyarakat yaitu:
1. Mengidentifikasi kebutuhan kelompok local dan taktik-taktik untuk memenuhi kebutuhan ini.
2. Melakukan mobilisasi dan agitasi untuk usaha aktif mengejar kebutuhan-kebutuhan yang telah diidentifkasi tersebut
3. Merumuskan kegiatan jangka panjang untuk mengejar sasaran-sasaran pembangunan lebih umum
4. Menghasilkan dan memobilisasi sumberdaya local atau eksternal untuk kegiatan pembangunan
5. Pengaturan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini
Untuk mewujudkan peran-peran ini, keberadaan pekerja lapangan atau tenaga lapangan menjadi sangat penting. Melalu mereka LSM akan melakukan supervise yang sinambung kepada kelompok-kelompok sasaran. Pekerja lapangan merupakan wakil LSM di lokasi binaan, sehingga tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pekerja lapangan merupakan penentu keberhasilan proyek LSM.
LSM memiliki keunggulan dibandingkan jenis organisasi lain. Goran Hayden menggambarkan keunggulan tersebut sebagai berikut :
1. LSM dekat dengan kaum miskin dan punya organisasi terbuka yang memudahkan informasi keatas
2. LSM mempunyai staff yang bermotivasi tinggi
3. LSM mempunyai efektifitas biaya serta bebas dari korupsi
4. LSM cukup kecil, terdesentralisasi, luwes dan mapan menerima feedback dari proyek yang dipromosikan
5. LSM lebih mampu mendorong penggunaan jasa-jasa pemerintah yang lebih baik
PERKEMBANGAN LSM DI INDONESIA
Umumnya LSM di Indonesia mencerminkan kebangkitan kesadaran golongan masyarakat menengah terhadap masalah kemiskinan, ketidakadilan social, dan masalah HAM. Harus diakui bahwa pemerintah amat memerlukan LSM sebagai mitra, dalam melakukan pembangunan. Pemerintah dengan kondisi keuangan yang amat sangat memprihatinkan, bekerja sama dengan LSM berjuang agar rakyat Indonesia bebas dari kemiskinan. Dalam beberapa kasus kita dapat melihat, LSM menawarkan bantuannya untuk menggali potensi masyarakat miskin baik di kota maupun di desa. Dan pemerintah sendiri mengakui merasa terbantu dengan adanya uluran tangan LSM dalam membantu rakyat miskin. Secara garis besar perkembangan dan bentuk LSM di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Tahun 60an, pada masa ini ada dua bentuk LSM :
o Organisasi primordial grassroots LSM jenis ini mengacu kepada kepentingan kelompok kecil (khususnya golongan miskin) dan dilandasi kepentingan bersama (afiliasi keagamaan atau kekerabatan dekat). LSM jenis ini merupakan organisasi rakyat, dengan struktur organisasi longgar, berukuran kecil, bersifat local, terpencar, kurang terorganisir dan mengacu kepada kelangsungan hidupnya. Kepemimpinannya bersifat tradisional.
o Organisasi amal, fenomena kelas menengah Tujuan organisasi ini adalah mengumpulkan dana dari masyarakat untuk di sumbangkan kepada kaum miskin, cacat fisik maupun mental, dalam bentuk makanan, obat-obatan dan uang.
2. Akhir 60an dan awal 70an Lahir LSM jenis baru dengan semangat gelora pembangunan dan upaya mempropagandakan semangat membangun. Mulai disadari bahwa masalah kemiskinan tidak bisa diatasi dengan penyediaan makanan atau obat-obatan. Mulai disadari bahwa perbaikan hidup golongan miskin akan sangat tergantungng pada kemampuan mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan dari sumber-sumber:
o Organisasi pembangunan setempat berskala kecil dikelola oleh kelas menengah dan menekankan program pembangunan terpadu dan berskala kecil memalui prakarsa di bidang kesehatan, pertanian, industry kecil, teknologi tepat guna dan sebagainya.
o Strategi perjuangan dilandasi upaya untuk memajukan kemandirian dan keswadayaan masyarakat dalam menghimpun sumber daya dari dalam maupun dari luar masyarakat setempat, menyusun rencana untuk menanggulangi masalah tersebut. Contoh, LBH, PKBI, Bina Desa, Walhi, YLKI.
3. Pada awal 1980an, bangkit kesadaran yang lebih besar tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, serta perlu dicari terobosan untuk mengadakan perombakan social secara damai dan demokratis.
o Organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan struktur dan kelembagaan di bidang ekonomi, politik dan social. Sejumlah masalah yang mendapat perhatian adalah kemiskinan structural, bantuan hukum, monopoli, sentralisasi dan lain-lain. Contoh, GOWA, ICW, dan UPC
o Dalam waktu yang bersamaan timbul jenis LSM lain lagi yaitu LSM yang memperoleh bantuan dari pemerintah dan perusahaan multinasional.
KONDISI PERAN LSM MASA KINI
Peter Hannam telah melakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan Bentuk Bangunan Alternatif Pengalaman LSM di Indonesia” penelitian ini mencoba melihat bagaimana LSm menjalankan peran yang telah disebutkan oleh Goran Hayden diatas. Hasil penelitian menunjukkan hal sebagai berikut:
1. Pada umumnya, LSM di Indonesia cenderung kurang member perhatian kepada pekerja lapangan, insentif kurang sementara beban kerja para pekerja lapangan terlalu berat. Kondisi ini menyebabkan komunikasi kurang lancer. Pihak LSM kurang memperhatikan laporan kerja dari pekerja lapangan. Hal ini, dapat mengakibatkan pekerja lapangan akan memilih keluar dari lembaga, dan informasi ke atas akan terhambat.
2. Manakala sebuah LSM semakin bertambah usianya, semangat individu yang tergabung dalam LSM cenderung menurun. Komunikasi semakin tersentralisir. Gagasan-gagasan yang dilontarkan cenderung tidak up to date. Kalaupun ada yang tetap bersemangat biasanya adalah pimpinan LSM itu sendiri. Sementara pekerja lapangan biasanya kurang bersemangat karena mereka bergabung hanya demi memperoleh pekerjaan saja.
3. Efektivitas biaya hanya berlaku pada LSM kecil, dimana LSM dapat bekerja walaupun dana yang tersedia kecil.
4. Setiap LSM yang baik akan maju dan berkembang menjadi kelompok professional dalm bidangnya. LSM ini akan mengakan konsultasi, pelatihan, yang membuat LSM semakin bekerja sebagai organisasi yang top down. Kondisi ini menyebabkan jarak LSM dengan kaum miskin semakin jauh.
5. LSM mampu bekerja sama dengan pemerintah. Contohnya lurah diminta dukungannya untuk mendirikan koperasi. Hanya saja keterlibatan pihak pemerintaha dalam proyek LSM dapat menimbulkan masalah, dimana proyek yang akan direncanakan akan dikooptasi sehingga LSm tidak leluasa menjalankan misinya. Proyek akan diarahkan sesuai dengan kepentingan kaum elit (pemerintah), sementara kaum miskin terabaikan. Kecenderungan semacam ini sudah semakin Nampak, dimana pada akhirnya LSM tidak independent lagi dalam menjalankan tugasnya.
PENUTUP
Bahwa LSM berperan dalam pembangunan di Indonesia hal ini tidak dapat dipungkiri lagi. LSM telah memainkan peran sebagai mitra dalam membangun masyarakat, khususnya masyarakat miskin. Pada perkembangannya banyak LSM telah mengabaikan peran yang sebenarnya harus dimainkan. Di masa yang akan datang kita berharap LSM dapat berperan sebagaimana mestinya dan lebih maksimal, sehingga dapat membantu dan mengangkat derajat masyarakat miskin Indonesia.



sumber :https://mazdalifahjalil.wordpress.com/2011/12/04/lembaga-swadaya-masyarakat-di-indonesia/